Tertimbun Longsor, Akses Jalur Wisata di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Tertutup
Akses jalan tersebut pun terputus karena material longsoran menimbun badan jalan dan hingga kini belum sepenuhnya terbuka.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sejumlah ruas jalan di kawasan perbukitan Menoreh diterjang tanah longsor pada Minggu (11/2/2018).
Akses jalan tersebut pun terputus karena material longsoran menimbun badan jalan dan hingga kini belum sepenuhnya terbuka.
Dari informasi yang dihimpun, ada enam titik tanah longsor yang menyebabkan akses jalan tertutup, khususnya akses jalan pariwisata di wilayah Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, dan Kokap.
Antara lain ruas Brajan-Kaliwunglon Desa Banjarsari (Samigaluh), Jalan Trayu-Suroloyo wilayah Desa Ngargosari, ruas Nyemani dan Nglambur-Suroloyo di wilayah Desa Sidoharjo, ruas Puyang Desa Purwoharjo, ruas Keji (Hargotirto, Kokap)- Sulur (Samigaluh), dan ruas Jalan Bendo-Sendangsono (Banjaroya, Kalibawang).
Ruas Nyemani dan Puyang merupakan jalur menuju Puncak Suroloyo dan sejumlah air terjun misalnya Air Terjun Sidoharjo.
Sedangkan di Kalibawang, jalan yang tertutup merupakan akses menuju kawasan ziarah Sendangsono serta Suroloyo.
"Hari ini masyarakat masih bergotongroyong membersihkan bambu dan lainnya dari badan jalan menuju Suroloyo," jelas Camat Kalibawang Hendri Usdiarka, Selasa (13/2/2018).
Ia menyebut, material longsoran menutup badan jalan dengan ketebalann sekitar 4-5 meter dan lebar 20 meter sepanjang 60 meter.
Diakuinya tenaga masyarakat tak akan sanggup membersihkan longsor itu dalam waktu cepat. Adapun akses jalan kini sudah bisa dilalui sejumlah kendaraan roda dua.
"Dengan kondisi material longsoran yang tebal, butuh alat berat untuk bisa cepat dibersihkan. Kalau hanya mengandalkan kerja bakti masyarakat, mungkin butuh beberapa hari sebelum terbuka benar jalannya. Kami sudah melaporkannya ke BPBD Kulonprogo," imbuh Hendri.
Harapan serupa diungkapkan Camat Samigaluh, Setiawan. Ia menjelaskan, jalur menuju objek wisata di Pedukuhan Puyang dan Nyemani merupakan jalur yang kerap terdampak longsor.
Di titik longsor itu sudah dilakukan pengerukan material secara manual oleh warga untuk membuka akses jalan.
"Tadi pagi baru bisa dilalui kendaraan roda dua. Harapan kami pembersihan material longsoran bisa dibantu dengan alat berat, terlalu sulit jika hanya dengan tenaga manusia," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/longsor-suroloyo_20180213_153230.jpg)