Polresta Yogyakarta Ringkus Komplotan Pembobol ATM

Pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus tersebut dengan mengungkap korban-korban yang ada.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Polisi meringkus pelaku kejahatan pembobol ATM 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kapolresta Yogyakarta, Kombes Tommy Wibisono, mengimbau masyarakat untuk melapor bila pernah menjadi korban kejahatan terkait Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Hal ini menyusul ditangkapnya empat pelaku yang merupakan komplotan kejahatan bermodus mengganjal mesin ATM menggunakan tusuk gigi.

"Bagi yang pernah jadi korban, mengalami ATM-nya tiba-tiba kosong, segera melapor kepada kami, karena pelaku sudah diamankan," ujar Kombes Pol Tommy Wibisono, di Mapolresta Yogyakarta, Senin (12/0272018).

Empat Pelaku yang berhasil diamankan yakni M Ikrom (38) warga Banten, Niko (33) dan Rita (34) keduanya suami-istri, warga Tanggamus, Lampung dan MRK (30) warga Wonogiri, Jawa Tengah.

Dijelaskan Tommy, keempat pelaku merupakan sindikat kejahatan lintas provinsi. Pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus tersebut dengan mengungkap korban-korban yang ada.

"Dari lidik anggota, pengakuan pelaku, dalam satu tahun ini di kota Yogya, ada tiga TKP melancarkan aksi. Dan tidak menutup kemungkinan di wilayah lain ada korban," ungkapnya.

Diceritakan sebelumnya, kasus ini bisa terungkap, bermula ketika korban, YFS warga Sleman, hendak mengambil uang di ATM Mandiri di jalan Menteri Supeno, Umbulharjo, Yogyakarta, pada Senin (22/01/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

Ketika korban hendak memasukkan kartu kedalam mesin ATM ternyata tidak bisa. Dari sini kemudian skenario dimainkan.

"Satu pelaku pura-pura datang, menanyakan, 'Kenapa, ATM tidak mau masuk ya, coba sini saya lihat,' " tutur Tommy, menirukan adegan pelaku.

Ketika korban memberikan kartu ATM kepada pelaku, dari sinilah secepat kilat, pelaku menukar kartu korban dengan kartu dari bank sejenis yang sudah di siapkan oleh pelaku dari dalam dompetnya.

" Sudah menukar kartu, tugas pelaku satu ini selesai, ia kemudian meninggalkan korban yang masih kebingungan," terangnya.

Ketika korban masih kebingungan di depan mesin ATM, tak berselang lama, skenario kedua dimainkan.

Satu pelaku lain, pura-pura datang dan turut membantu korban.

"Pelaku skenario kedua ini bertugas bagaimana caranya mengatahui PIN korban," tuturnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved