Tiga Insiatif UGM Berkompetisi dalam Anugerah WSIS dari PBB

Sebanyak tiga inisiatif unggulan UGM di bidang teknologi informasi dan komunikasi berlaga di internasional.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Nominator dari UGM yang ikut dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS Prizes) mempresentasikan inisiatif mereka, Senin (12/2/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak tiga inisiatif unggulan UGM di bidang teknologi informasi dan komunikasi berlaga di internasional.

Mereka masuk dalam nominasi tahunan anugrah World Summit on the Information Society (WSIS Prizes) yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ketiga nominator ini adalah Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM, platform kesehatan berbasis artificial intelligent bernama MedUp, serta bertai Tamo yang menggunakan intelligent positive content generator.

CfDS bersaing berkat inisiatif mereka yang berjudul "Knowledge Building toward Indonesian Digital Society."

Fahreza Daniswara dari CdDS mengatakan inisiatif ini sejalan dengan CfDS sebagai pusat studi di UGM yang didirikan atas dasar perkembangan dan dinamika kehidupan sosial politk kontomporer di dunia.

Dinamika ini ditandai dengan pengaruh dari teknologi informasi dengan fokus utama untuk membangun masyarkat digital di Indonesia melalui berbagai macam kegiatan seperti penelitiian, pelatihan, seminar serta acara publik.

Baca: Tahun Pilkada 2018, Menkominfo Ajak Masyarakat Lebih Melek Literasi Digital

"Kajian-kajiannya yang berhubungan dengan isu yang ada di masyarakat. Kami berusaha untuk menyebarkan ilmu pengetahuan baik di dalam UGM maupun luar UGM," terangnya Senin (12/2/2018).

Beberapa kegiatan yang digelar fokus di bidang digital entrepreneur, digital literasi dan digital ekonomi.

Pihaknya mempublikasi hasil riset, membuat kajian dalam bentuk e-studi, hingga event-event yang menginspirasi atau menambah ilmu tentang teknologi informasi.

Di bidang inisiatif lain ada Medup yang fokus pada penyediaan informasi medis dan fasiltias medis yang komprehensif dan handal.

Selain itu MedUp juga membantu fasiltias kesehatan atau peneydia layanan kesehatan untuk memperluas informasi praktik lebih cepat dan mudah.

"Gampangnya ketika masyarakat mengalami sakit, dia bisa tahu dokter dan rumah sakit yang tepat. Karena salah satu masalah di Indonesia adalah kurangnya informasi kesehatan, banyak yang masih bingung harus kemana ketika ingin berobat," jelas CEO MedUp Arief Faqihudin.

Baca: Teliti Kajian Flooding Reaktor Nuklir, Pria Ini Raih Gelar Doktor dari UGM

Saat ini layanan medup.id telah mencakup 1500 dokter serta 79 fasilitas kesehatan di DIY.

Arief mengatakan bahwa dirinya masih mengembangkan program ini, sehingga lebih banyak dokter dan rumah sakit yang masuk ke database mereka.

Selain itu ada pula penambahan klinik lain yang saat ini banyak tumbuh seperti klinik kecantikan ataupun klinik gigi.

Sedangkan target untuk setahun ke depan MedUp juga akan menyasar fasilitas medis di kota-kota besar yang berada di Pulau Jawa.

Nominator ketiga dalam WSIS Prizes yang berasal dari UGM adalah Tambo.co.id yang masuk dalam kategori media.

Media yang dibentuk tahun 2017 melalui pendampingan oleh Gama Multi ini kini dikelola 15 mahasiswa dan alumni UGM.

Di tahun yang sama Tambo masuk dalam 200 startup inovatif dari Indonesia versi Kemenristekdikti.

Baca: UGM Yogyakarta Dinobatkan Jadi Kampus Terbaik Tahun 2017 versi Kemenristekdikti

"Tambo hadir sebagai penyejuk, karena konten-konten di Tambo adalah konten yang unik atau lucu. Untuk pengembagnan ke depan, kami akan melibatkan partipasi dari masyarakat umum. Jadi masyarakat bisa memasukan artikel ke Tambo, meskipun tetap dikurasi," terang Kuncoro sebagai salah satu pendiri Tambo.

Butuh Dukungan

Fahreza Daniswara saat jumpa wartawan mengatakan WSIS Prize merupakan anugerah tahunan yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang bernaung di bawah kendali PBB.

Agenda ini bertujuan untuk mengapresiasi individu, LSM, organisasi, badan swasta, dan institusi pemerintah yang berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat.

Mereka yang berkontribusi ini berbasis pendekatan pemanfaatan TIK untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG) pada tahun 2030 kelak.

Selain tiga nominator dari UGM, terdapat 14 inisiatif unggulan lainnya dari Indonesia yang menjadi nominator dalam delapan kategori yang berbeda.

Saat ini, 17 inisiatif tersebut membutuhkan vote agar dapat melaju ke babak berikutnya, yaitu penentuan lima perolehan suara tertinggi.

Kemudian akan dinilai oleh tim pakar untuk mendapatkan gelar winder dan 4 champion per kategori. Voting dapat dilakukan dengan masuk ke situs bit.ly/WSISVote.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved