FOTO: Sabu 1 Ton di MV Sunrise Glory
MV Sunrise Glory ternyata mengangkut narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 1 ton yang disimpan dalam 41 karung
TRIBUNJOGJA.COM - MV Sunrise Glory, kapal yang diamankan KRI Sigurot 864 sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (7/2/2018) lalu, ternyata mengangkut narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 1 ton yang disimpan dalam 41 karung beras.
Nilainya minimal mencapai sekitar Rp 1,5 triliun. Angka tersebut diperkirakan bisa menyelamatkan 5 juta jiwa pengguna narkoba dengan asumsk 1 gram sabu dikonsumsi oleh 5 orang.
Kapal yang dikomandani Mayor Laut Arizzona itu ditangkap di perairan Selat Phillip, perbatasan antara Singapura dan Batam.Setelah kapal Sunrise Glori Tangkapan Guskamlabar diserahkan ke Lanal Batam, Kamis (8/2/2018) kemarin, petugas Lanal Batam mulai memeriksa satu persatu kapal tersebut.
Komandan Lanal Batam Letkol Iwan Setiawan Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan. Di kapal yang diserahkan kemarin oleh Guskamlabar ditemukan sabu.
"Ia kita temukan sabu. Ini baru digeledah belum tahu berapa banyak ini. Yang jelas, ini yang terbanyak dalam tangkapan ini," sebut Iwan menerangkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) menangkap kapal Sunrise Glrori diperairan Philips, Rabu (7/2/2018). Setelag diamankan, kapal tersebut ditarik ke Pelabuhan Batu Ampar.
Komandan Guskamlabar Bambang Irawanto saat ekspose tangkapan di pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kamis (8/2/2018) mengatakan, saat diamankan kapal ini melintas di perairan Indonesia dengan menggunakan bendera Singapura.
"Setelah kita dalami lagi ternyata kapal ini milik taiwan dan tidak mempunyai dokumen yang jelas. Semua dokumen yang mereka perlihatkan kepada kami hanya dalam bentuk fotocopy saja," sebut Bambang.
Saat diamankan, empat ABK Kapal mengaku kalau kapal ini adalah kapal pencari ikan. Tetapi didalam kapal tidak ditemukam ikan hasil tangkapan mereka.
Kapal ini juga pernah menjadi target operasi oleh tim Satgas 115 pada tahun lalu. Kapal ini pernah membawa barang berbahaya seperti narkoba.
"Setelah kita kordinasi dengan pihak terkait, ternyata kapal ini pernah menjadi TO. Karena membawa barang berbahaya, salah satunya narkoba," lanjutnya
Kapal ini juga sudah sering bergonta-ganti nama. Hal ini dilakukan untuk mengelabui petugas.
Menurut pengakuan awak kapal, mereka berangkat dari Penang Malaysia hendak ke Taiwan. "Pemeriksaan masih berlanjut. Dan saat ini pemeriksaan kita serahkan ke Lanal Batam," tegasnya. (tribun batam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-b_20180210_130822.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mv-sunrise-glory-sabu-1-ton_20180210_125850.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-c_20180210_130910.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-d_20180210_131104.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-e_20180210_131229.jpg)