FOTO: Sabu 1 Ton di MV Sunrise Glory

MV Sunrise Glory ternyata mengangkut narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 1 ton yang disimpan dalam 41 karung

Editor: iwanoganapriansyah
FOTO: Sabu 1 Ton di MV Sunrise Glory - mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-b_20180210_130822.jpg
tribun batam
Empat ABK Kapal Sunrise Glory dijaga ketat pasukan KRI Sigurot 864 usai diamankan di Batam.
FOTO: Sabu 1 Ton di MV Sunrise Glory - mv-sunrise-glory-sabu-1-ton_20180210_125850.jpg
KOMPAS.com/HADI MAULANA
Empat ABK Kapal MV Sunrise Glory yang membawa 1 ton sabu, dijaga ketat pasukan KRI Sigurot 864. Tidak saja menggunakan dokumen palsu, kapal ini juga kerap berganti bendera dan memiliki dua nama kapal.
FOTO: Sabu 1 Ton di MV Sunrise Glory - mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-c_20180210_130910.jpg
tribun batam
Sabu seberat 1 ton dibawa empat ABK Kapal MV Sunrise Glory di Batam.
FOTO: Sabu 1 Ton di MV Sunrise Glory - mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-d_20180210_131104.jpg
tribun batam
Sabu seberat 1 ton yang disita dari kapal NV Sunrise Glory dijaga ketat di Batam.
FOTO: Sabu 1 Ton di MV Sunrise Glory - mv-sunrise-glory-sabu-1-ton-e_20180210_131229.jpg
KOMPAS.COM
Empat ABK Kapal Sunrise Glory dijaga ketat pasukan KRI Sigurot 864 usai diamankan di Batam.

TRIBUNJOGJA.COM - MV Sunrise Glory, kapal yang diamankan KRI Sigurot 864 sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (7/2/2018) lalu, ternyata mengangkut narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 1 ton yang disimpan dalam 41 karung beras.

Nilainya minimal mencapai sekitar Rp 1,5 triliun. Angka tersebut diperkirakan bisa menyelamatkan 5 juta jiwa pengguna narkoba dengan asumsk 1 gram sabu dikonsumsi oleh 5 orang.

Kapal yang dikomandani Mayor Laut Arizzona itu ditangkap di perairan Selat Phillip, perbatasan antara Singapura dan Batam.Setelah kapal Sunrise Glori Tangkapan Guskamlabar diserahkan ke Lanal Batam, Kamis (8/2/2018) kemarin, petugas Lanal Batam mulai memeriksa satu persatu kapal tersebut.

Komandan Lanal Batam Letkol Iwan Setiawan Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan. Di kapal yang diserahkan kemarin oleh Guskamlabar ditemukan sabu.

"Ia kita temukan sabu. Ini baru digeledah belum tahu berapa banyak ini. Yang jelas, ini yang terbanyak dalam tangkapan ini," sebut Iwan menerangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) menangkap kapal Sunrise Glrori diperairan Philips, Rabu (7/2/2018). Setelag diamankan, kapal tersebut ditarik ke Pelabuhan Batu Ampar.

Komandan Guskamlabar Bambang Irawanto saat ekspose tangkapan di pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kamis (8/2/2018) mengatakan, saat diamankan kapal ini melintas di perairan Indonesia dengan menggunakan bendera Singapura.

"Setelah kita dalami lagi ternyata kapal ini milik taiwan dan tidak mempunyai dokumen yang jelas. Semua dokumen yang mereka perlihatkan kepada kami hanya dalam bentuk fotocopy saja," sebut Bambang.

Saat diamankan, empat ABK Kapal mengaku kalau kapal ini adalah kapal pencari ikan. Tetapi didalam kapal tidak ditemukam ikan hasil tangkapan mereka.

Kapal ini juga pernah menjadi target operasi oleh tim Satgas 115 pada tahun lalu. Kapal ini pernah membawa barang berbahaya seperti narkoba.

"Setelah kita kordinasi dengan pihak terkait, ternyata kapal ini pernah menjadi TO. Karena membawa barang berbahaya, salah satunya narkoba," lanjutnya
Kapal ini juga sudah sering bergonta-ganti nama. Hal ini dilakukan untuk mengelabui petugas.

Menurut pengakuan awak kapal, mereka berangkat dari Penang Malaysia hendak ke Taiwan. "Pemeriksaan masih berlanjut. Dan saat ini pemeriksaan kita serahkan ke Lanal Batam," tegasnya. (tribun batam)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved