Liga Indonesia
'Terusir' dari Moch Soebroto, PSIS Bidik Stadion Maguwoharjo Sebagai Homebase
Alasan tidak lolos verifikasinya Stadion Moch Soebroto Magelang diduga bukan lantaran infastruktur stadion, melainkan faktor lingkungan.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Setelah dipastikan tidak dapat menggunakan Stadion Jatidiri Semarang karena tengah direnovasi, dan memilih menjadi 'musafir' dengan berhome base di Stadion Moch Soebroto Magelang, kini PSIS Semarang kembali terancam harus berpindah kandang.
Pasalnya, Stadion Moch Soebroto yang terletak di Magelang dinyatakan belum lolos verifikasi untuk menggelar pertandingan Liga 1 2018.
Selain Stadion Moch Soebroto Magelang, ada tiga stadion lainnya yang belum memperoleh 'restu' untuk menggelar pertandingan Liga 1, yakni Stadion Teladan (Medan), Stadion PTIK (Jakarta), dan Stadion Marora (Serui).
General Manajer PSIS Semarang, Wahyu 'Liluk' Winarto mengaku sudah mendengar kabar tidak lolosnya Stadion Moch Soebroto sebagai homebase PSIS Semarang musim depan.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Liluk ini mengaku belum mendapatkan surat resmi dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga.
"Iya saya dengar, cuma kita belum dapat surat resminya dari PT Liga. Kalau memang itu benar, kita akan mempersiapkan stadion lain, dari awalkan kita sudah ada beberapa alternatif stadion, jadi mungkin jika surat resmi kita terima, tentunya kita akan komunikasi dengan pengelola stadion lain," ujar Liluk kepada Tribunjogja.com, Sabtu (3/2/2018).
Berdasarkan kabar yang beredar, alasan tidak lolos verifikasinya Stadion Moch Soebroto, Magelang bukan lantaran infastruktur stadion, melainkan faktor lingkungan.
Akses keluar masuk stadion hanya dapat dilalui melalui satu jalan utama.
Sempitnya jalan menuju stadion juga menjadi pertimbangan tidak lolosnya stadion kandang tim PPSM Magelang ini.
Selain itu, di sebelah barat dan juga utara stadion juga terdapat sungai, sehingga dianggap membahayakan apabila nantinya terjadi kebakaran ataupun kerusuhan karena sulitnya akses masuk keluar stadion.
"kita alternatif (Stadion-red) saja lah, karena kita sebetulnya kan punya stadion sendiri, cuma renonavasi dan kemungkinan tahun depan baru jadi," ujar Liluk.
Menurut Liluk, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pengelola stadion yang kemungkinan akan menjadi homebase tim berjuluk Mahesa Jenar ini.
Selain Moch Soebroto yang akhirnya tidak lolos verifikasi, juga ada Stadion Maguwoharjo, Stadion Manahan, dan juga Stadion Gelora Bumi Kartini.
"Antara Solo atau Maguwoharjo, iya kita sudah komunikasi kok, tentunya kita mana yang terbaik lah. Kita optimis, selama kita pendekatan baik dengan pengelola, dengan Asprov Sleman, suporter, selama kita pendekatan baik kita optimis," imbuh Liluk.
Liluk pun tak khawatir jika nantinya Stadion Maguwoharjo akan diverifikasi sebagai homebase timnya, karena menurutnya kualitas stadion kandang PSS Sleman ini tidak diragukan lagi dan juga menjadi langganan berbagai even sepakbola bertaraf internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-psis-semarang_20171003_054135.jpg)