Orangtua Dapat Kurangi Stres dengan Group-Based Parenting Support
Pengasuhan anak autis dinilai sulit dan dapat menimbulkan beban yang berat bagi orangtua dan keluarga.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Desvi Yanti Mukhtar meraih gelar doktor di bidang psikologi di Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada.
Disertasinya banyak membahas pengaruh group-based parenting support terhadap stres orang tua yang mengasuh anak dengan gangguan spektrum autis.
Menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Sumater Utara ini, pengasuhan anak autis dinilai sulit dan dapat menimbulkan beban yang berat bagi orangtua dan keluarga.
Orangtua dapat mengalami kesulitan menjalankan perannya secara luas dan itu memicu tingkat stres yang tinggi.
Orangtua yang mengalami stres perlu mendapat dukungan agar sumber daya yang dimilikinya meningkat.
Satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan sumber daya orangtua sehingga mampu beradaptasi secara positif yakni dengan pelaksanaan group-based parenting support.
"Metode group-based parenting support adalah suatu pemberian intervensi kepada orang tua dengan menggunakan setting kelompok," ujarnya Senin (29/1/2018).
Intervensi melalui kelompok dinilai lebih efisien dalam hal waktu dan tenaga.
Selain itu, pendekatan kelompok memiliki beberapa faktor terapeutik, seperti kesempatan membuka diri dan belajar serta mampu menjalin kohesivitas dengan orang lain.
Desvi melakukan penelitian terhadap 38 orang tua pengasuh anak autis di wilayah DIY.
Dalam penelitiannya, group-based parenting support yang dilakukan dengan pendekatan ekologi dapat membantu meningkatkan pengetahuan orangtua.
Hasil cek manipulasi yang dilakukan Desvi menunjukkan bahwa subjek penelitian dalam kelompok dukungan orangtua dan kelompok psikoedukasi mengalami peningkatan pengetahuan tentang pengasuhan anak autis setelah mengikuti group-based parenting support.
"Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan group-based parenting support dengan pendekatan ekologi dapat membantu orang tua yang mengasuh anak autis," tukasnya.(*)