Alasan Gen Z Lebih Pilih Preloved daripada Fast Fashion

Pernah melihat siaran langsung yang menjual barang pribadi dengan harga murah?

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
instagram.com
Ilustrasi industri fashion yang menghasilkan milyaran ton limbah tekstil. 

TRIBUNJOGJA.COM -  Pernah melihat siaran langsung yang menjual barang pribadi mereka dengan harga murah?

Tren fashion ini dikenal dengan sebutan preloved.

Beberapa tahun belakangan, tren ini semakin sering muncul di media sosial, terutama di kalangan anak muda. 

Mulai dari influencer hingga masyarakat umum, banyak yang memilih menjual berbagai koleksi pakaian, tas, hingga sepatu pribadi mereka melalui siarang langsung di beberapa platform sosial.

Bagi banyak orang, khususnya Gen Z, membeli barang preloved bukanlah sesuatu yang memalukan, apalagi disangkutkan dengan keterbatasan biaya.

Harga yang lebih terjangkau dengan kualitas yang masih sangat layak membuat preloved dinilai lebih rasional. Tak jarang, yang dijual bahkan berasal dari brand ternama dengan kondisi hampir seperti baru.

Bahkan, dapat ditemukan produk dengan kondisi nyaris baru atau rare item yang sudah tidak diproduksi lagi.

Siaran langsung penjualan barang pribadi ini juga memberi kesan yang lebih personal dan transparan, sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli. 

Baca juga: Apa Itu Fast Fashion? Keuntungan, Kerugian, dan Perubahan yang Diperlukan

Selain itu, ramainya konten preloved haul, before-after outfit, hingga tips mix and match kerap viral dan menjadi inspirasi banyak orang.

Tren ini perlahan menggeser dominasi fast fashion yang dinilai dapat mencemari lingkungan.

Fast fashion identik dengan produksi massal, sehingga risiko mengenakan pakaian yang sama dengan banyak orang menjadi lebih besar. Berbeda dengan preloved, setiap item terasa lebih eksklusif. 

Industri fast fashion juga sering dikaitkan dengan limbah tekstil dan produksi berlebihan. Dengan membeli preloved, dianggap ikut berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan bumi.

Bukan hanya karena murah, tetapi karena nilai, cerita, dan kesadaran di balik setiap produknya. Di tengah gempuran fast fashion, preloved hadir sebagai alternatif yang lebih relevan dengan generasi masa kini.

Budaya preloved pun berkembang menjadi aktivitas seru yang bukan hanya soal belanja, tapi juga pengalaman.

Tren preloved barang pribadi melalui siaran langsung ini menunjukkan bahwa preloved kini telah menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z, juga membuktikan bahwa tampil keren bisa tetap sejalan dengan terhadap lingkungan dan sosial. (MG Shabrina Andini)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved