Duh, YouTube Disusupi Iklan Penambang Bitcoin

Saat aktif, scriptini menguras sekitar 80 persen sumberdaya CPU komputer korban, sehingga kinerja sistem turun drastis.

Editor: Ari Nugroho
9to5Google
youtube 

TRIBUNJOGJA.COM - Pekan lalu, sejumlah pengguna YouTube mengeluhkan antivirus di komputernya selalu mendeteksi script penambang cryptocurrency, Coinhive, tiap kali mereka mengunjungi situs layanan video sharing tersebut.

Hal ini tetap terjadi walaupun mengganti browser untuk mengakses YouTube.

Belakangan lewat hasil penyelidikan firma sekuriti siber Trend Micro, diketahui bahwa Coinhive memang disisipkan oleh hacker ke jaringan iklan Google, termasuk dalam penayangan iklan di YouTube.

“Para (hacker) penyerang menyasar DoubleClick Google yang mengembangkan dan menyediakan layanan iklan internet, untuk distribusi trafik,” tulis Trend Micro dalam laporannya, sambil menambahkan bahwa script jahat tersebut ditemukan menginfeksi iklan Google di Jepang, Perancis, Taiwan, Italia, dan Spanyol.

DoubleClick adaah salah satu jaringan iklan daring pertama dan terbesar di dunia yang dibeli oleh Google pada 2007, seharga 3,1 miliar dollar AS.

Akuisisi tersebut adalah salah satu alasan di balik dominasi Google di ranah online advertising.

Baca: Jika Dihitung, Rupiah yang Didapat Nella Kharisma dari Jaran Goyang di Youtube Segini Banyaknya

Kini, jaringan iklan Google menjangkau 250 juta unique viewer di Amerika Serikat saja.

Dengan angka sebesar itu, para kriminal siber pun rupanya tertarik memanfaakan DoubleClick untuk tujuan jahat, yakni menyisipkan script penambang cryptocurrency tadi.

Lewat sebuah penyataan, Google mengakui bahwa jaringan iklannya sempat disusupi penambang cyptocurrency oleh hacker. Namun, disebutkan pula bahwa permasalahan tersebut sudah diatasi.

Baca: Kemenkeu Tegaskan Bitcoin Tak Punya Landasan Formal

“Dalam kasus ini, iklan-iklan tersebut diblokir dalam kurang dari dua jam dan para aktornya dikeluarkan dari platform kami,” sebut Google, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ArsTechnica, Senin (29/1/2018).

“Cryptojacking”

Penyisipan script seperti Coinhive untuk menambang cyrptocurrencysecara diam-diam adalah bentuk baru dari kejahatan siber yang dikenal dengan istilah “cryptojacking”.

Tujuannya adalah membenamkan script untuk menambang mata uang virtual, seperti bitcoin dan monero secara diam-diam di komputer korban, tanpa sepengetahuan ataupun persetujuan sang empunya perangkat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved