Jika Ada Jalan Rusak, Silakan Lapor ke Aplikasi Lapor Sleman
DPUPKP akan melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 450 KM dengan total dana mencapai Rp 8 miliar.
Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menanggapi aspirasi warga Wedomartani Sleman yang mengeluhkan rusaknya jalan Krapyak Raya, Achmad Subhan, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menjelaskan pihaknya langsung menurunkan personil untuk memperbaiki jalan tersebut.
"Kita langsung laksanakan perbaikan kemarin Senin (22/1/2018). Jadi karena memang dengan adanya informasi ini kami kadi tahu," jelas Subhan kepada Tribunjogja.com, Selasa (23/1/2018).
Meski begitu, Subhan menjelaskan aksi tanam pohon pisang yang dilakukan warga tersebut justru secara teknis menyulitkan petugas.
Jalan juga tercampur dengan tanah yang membuat pengerjaan menjadi lebih susah.
"Sebenarnya cukup telepon saya atau lewat aplikasi Lapor Sleman," ujarnya.
Terkait tuntutan warga yang menginginkan pengaspalan ulang bukan lagi sekedar tambal sulam, Subhan menjelaskan pihaknya memang selalu responsif menanggapi aspirasi warga, tetapi pihaknya juga punya skala prioritas.
"Sleman ada 86 desa dan 17 kecamatan dengan panjang jalan mencapai 800 km status Jalan Kabupaten. Misal saya punya anak 10 semua minta laptop gimana? Semua ada skala prioritasnya misal ini masih TK ya nanti dulu," cetusnya.
"Apa yang kita lakukan saat ini responsif tapi ada skala prioritas. Misalnya saluran atau drainase-drainase. Ada saluran, listrik, pohon, kabel optik, komponen jalan banyak kepentingan. Tahun ini saya akan koorinasi dengan pihak terkait seperti PLN, PDAM, Telkom, BLH, Perhubungan,dan Satlantas," tegasnya.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui DPUPKP akan melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 450 KM dengan total dana mencapai Rp 8 miliar.
Sebelumnya pada tahun 2017, sudah ada 400 KM jalan yang mendapat pemeliharaan.
Subhan menjelaskan untuk 2018 ini DPUPKP memiliki anggaran Rp 350 miliar dan hampir separuhnya dialokasikan ke Bina Marga.
"Kalau di Bina Marga hampir separuhnya (anggaran) komponen ada jembatan, gorong-gorong pemeliharaan, dana ada peningkatan jalan juga," jelasnya.
"Yang perlu masyarakat tahu, jalan di satu wilayah statusnya berbeda-beda ada nasional, provinsi, dan kabupaten. Kami hanya bisa menangani yang status Kabupaten, tapi pada faktanya kami juga sering menambal jalan nasional atau provinsi karena tekanan publik juga," timpalnya.
Subhan menjelaskan untuk anggaran sebenarnya sudah cukup, pihaknya hanya merasa kurang di Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jalan_20180123_151343.jpg)