HDCI DIY Pancing Pengcab untuk Mandiri
Rentang waktu 22 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi HDCI DIY untuk terus bertahan dan aktif berkegiatan.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdiri sejak 1996, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) DIY masih terus eksis hingga saat ini.
Rentang waktu 22 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi HDCI DIY untuk terus bertahan dan aktif berkegiatan.
Namun kecintaan para penggemar motor gagah ini pun seolah menjadi bahan bakar utama langgengnya HDCI DIY.
Seperti yang diungkapkan oleh Ketua HDCI Pengda DIY, Gatot Kurniawan. Bagi Gatot, Harley adalah dunia lain.
"Bukan hanya sekadar kendaraan saja, tapi memang hobi," kata Gatot saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya di kawasan Maguwoharjo, Sabtu (20/1/2018).
HDCI DIY ini menurutnya untuk mengakomodasi para pencinta Harley Davidson yang memiliki frekuensi yang sama.
Baca: Sepeda Motor Listrik Masuk dalam Daftar Kendaraan yang akan Diluncurkan Harley Davidson
"Lahirnya HDCI mungkin tidak berbeda jauh dari komunitas atau klub lain. Kami memang berangkat dari hobi yang sama," jelas Gatot.
Diakui Gatot, pada mulanya ia hanya menikmati sendiri berkendara dengan motor Harley miliknya.
"Ketika belum ada orang, sore saya jalan sendiri. Bagi saya ini dunia lain, saya menikmatinya sendiri," tutur ayah dari dua orang putri ini.
Dengan terbentuknya HDCI DIY, Gatot pun banyak bertemu dengan sesama pencinta Harley.
"Sudah mulai ketemu sesama pencinta Harley, kegiatan juga jadi lebih terorganisir," paparnya.
"Awalnya yang punya Harley baru hanya 5-6 orang saja. Lainnya klasik semua. Kami pun juga menyatu dengan Motor Antik Klub," sambungnya.
Baca: HDCI Yogyakarta Sayangkan Ada Oknum Biker yang Arogan
Kini wadah pencinta motor gagah buatan Amerika ini memiliki sekitar 300 anggota di DIY.
Kegiatan yang digelar pun menjadi lebih variatif.
Terlebih, menurut Gatot, HDCI DIY juga mengemban amanah dari Gubernur DIY dalam mempromosikan pariwisata DIY.
"HDCI DIY juga mengemban amanah dari Sri Sultan HB X. Kami jadi duta pariwisata sudah sejak awal 2000an," ungkap Gatot. "Dari situ kami mengaplikasikan amanah untuk mendatangkan tamu-tamu bikers dari seluruh Indonesia melalui Jogja Bike Rendezvous (JBR)," lanjutnya.
Namun sementara waktu even JBR ini belum diselenggarakan kembali.
Hal tersebut karena menurut Gatot, HDCI DIY ingin mengembangkan kegiatan di pengcab-pengcab yang ada di lima kabupaten dan kota di DIY.
Baca: Beli Harley Seharga Rp 231 Juta, Pria Tua Ini Sempat Diabaikan Pramuniaga karena Berpakaian Lusuh
"Kami mengemban amanah Sultan menjadi duta pariwisata. Maka kami aplikasikan amanah ini untuk membuat even menengah atas," tutur Gatot. Dengan menggelar even akbar tersebut, HDCI DIY pun turut mendongkrak pariwisata DIY.
Selain even akbar tersebut, HDCI DIY pun kerap menggelar kegiatan lain.
"Kami basicnya hobi dan sosial. Ada touring, talikasih di panti asuhan juga ada," kata Gatot.
"Ada tiga macam kegiatan. Pertama agenda rutin internal HDCI DIY touring sambil kuliner, touring untuk mengawal agenda nasional, dan touring di luar agenda yang sifatnya spontanitas," jelas Gatot.
Kini HDCI Pengda DIY tengah memulai mengerahkan pengcab di lima kabupaten dan kota untuk mandiri menggelar kegiatan.
"Pengcab umurnya baru. Inginnya tut wuri handayani, memancing pengcab-pengcab untuk aktif. Biar mandiri," tutur Gatot.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kegiatan-hdci-diy_20180120_191729.jpg)