Berawal dari Melihat Mainan, Lulusan SMK Ini Wujudkan Animatronik Dinosaurus dan Bisa Bergerak
animatronik ini dapat bergerak dan membuat anak-anak dapat melakukan interaksi seperti memegang, bahkan menaikinya.
Penulis: rid | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keinginan kuat merupakan satu hal yang wajib dimiliki setiap individu dalam mewujudkan sesuatu yang menjadi impiannya.
Keinginan kuat itu bisa muncul karena melihat suatu hal yang dirasanya dapat dikembangkan, atau karena adanya dorongan untuk merubah keadaan, baik pada dirinya sendiri maupun di lingkungan sekitarnya.
Hal tersebut nampaknya berlaku kepada seorang remaja bernama Muhammad Iqbal Firmansyah (18), dimana ia ingin membuat sebuah benda yang dapat bergerak dan menyerupai hewan prasejarah yakni Tyrannosaurus.
Diungkapkan remaja berkulit putih ini, bahwa usai mengunjungi beberapa wahana permainan dan wahana wisata edukasi di Yogyakarta, Iqbal melihat banyak anak-anak yang tertarik pada sebuah benda yang menyerupai dinosaurus.
Akan tetapi anak-anak tersebut hanya bisa melihatnya, bahkan untuk memegangnya saja terkadang tidak boleh.
Berdasarkan keinginan kuatnya untuk merubah keadaan sekitar, munculah ide untuk membuat sebuah animatronik menyerupai dinosaurus.
Yang mana animatronik ini dapat bergerak dan membuat anak-anak dapat melakukan interaksi seperti memegang, bahkan menaikinya.
"Sekitar bulan Juni tahun lalu itu saya ke tempat rekreasi yang ada wahana dinosaurusnya di Yogya. Saya lihat mainan dan benda menyerupai dinosaurus hanya bisa dilihat sama anak-anak saja. Dari situlah ide saya muncul, dan ingin buat benda seperti dinosaurus yang bisa bergerak dan bisa dinaikin untuk anak-anak, selain itu sangat boleh untuk dipegang," katanya saat ditemui di kediamannya, Jumat, (19/1/2018).
Seperti terpacu semangatnya, remaja yang merupakan lulusan SMK Muhammadiyah 3 ini pun membuat konsep animatronik yang akan dibuatnya.
Hal itu dimulai dengan menorehkan goresan demi goresan di secarik kertas yang isinya berupa gambaran bentuk dari animatronik yang hendak dibangunnya, bahan baku, dan perkiraan biaya yang diperlukan guna mewujudkan mimpinya tersebut.
Usai membuat konsep yang dirasanya dapat diwujudkan ke dalam bentuk nyata, remaja yang mengambil jurusan otomotif Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di bangku SMK-nya ini berkonsultasi dengan ayahnya dengan harapan akan dibantu dalam mewujudkan animatronik dinosaurusnya.
Diungkapkannya, bahwa mimpinya tersebut sempat akan pupus karena terkendala masalah klasik dalam memulai sebuah usaha yaitu masalah finansial.
Namun pada akhirnya sang ayah menceritakan ide anaknya tersebut kepada rekan-rekannya.
Hal tak diduga pun muncul, rekan-rekan ayahnya begitu mendukung ide Iqbal dan segera ingin mewujudkannya.
"Setelah saya buat rancangannya itu, saya omong ke bapak, sempat kaget dia (Bapak) dengan rancangan saya, tapi secara pribadi bapak mendukung ide saya. Bapak cerita ke teman-temannya dan tertarik untuk bantu, akhirnya dibentuk tim yang anggotanya 5 orang, yaitu saya, bapak, Suryo, Wibi dan Wawan," ungkapnya.
"Setelah dibentuk tim kami sering diskusi untuk mewujudkan animatronik dinosaurus. Karena dananya tidak sedikit, kami patungan dan akhirnya mulai membuat animatronik itu," imbuhnya.
Dilanjutkan anak pertama dari tiga bersaudara ini, bahwa pada bulan November 2017 ia bersama timnya mulai membangun animatronik dinosaurus.
Iqbal juga mengatakan, bahwa ia enggan menyebut benda yang dapat bergerak dan menyerupai dinosaurus itu dengan sebutan robot.
Menurutnya, robot lebih menyerupai sebuah bentuk manusia, sedangkan benda bergerak yang dibuatnya menyerupai binatang sehingga disebutnya animatronik.
Putra dari pasangan Sholeh Hamdani dan Riana Lestari ini menceritakan, bahwa untuk bahan baku membuat animatronik tersebut mudah didapatkan.
Meski mudah dalam mendapatkan bahan baku, ternyata tidak membuat proses pembuatannya berjalan mulus.
Diakuinya, bahwa kendala paling berat dalam pembuatan animatronik itu pada fase membuatnya bergerak layaknya dinosaurus sedang berjalan dan tidak nampak kaku dalam setiap langkahnya.
"Untuk mendapatkan materialnya nggak sulit, bulan Desember itu sudah jadi sebetulnya. Tapi karena berkali-kali terkendala pada pergerakan langkah kakinya itu jadi molor sampai 2 bulan. Lamanya itu karena riset berkali-kali, kan harus menemukan pergerakan kaki animatronik agar tidak terlihat kaku," ulasnya.
"Untuk riset dan pembuatannya sementara menghabiskan dana sekitar Rp 20 juta. Dananya itu dari kantong pribadi dan dibantu tim juga," lanjutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/animatronik_20180119_203404.jpg)