Puluhan Anggota Pemuda Pancasila Datangi Kejati DIY
Dengan mengenakan seragam berwarna oranye kombinasi hitam, puluhan orang tersebut nampak berdiri di depan pagar Kejati DIY.
Penulis: rid | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY hari ini, Selasa (16/8/2018).
Dengan mengenakan seragam berwarna oranye kombinasi hitam, puluhan orang tersebut nampak berdiri di depan pagar Kejati DIY.
Sembari berdiri di depan pagar, puluhan orang tersebut dengan semangat meneriakkan 'Ideologi kita Pancasila' diiringi kepalan tangan kanan yang menjulang ke atas.
Nampak pula sebuah sepanduk bertuliskan 'Menolak Paham Komunis, Pancasila Abadi' dibentangkan beberapa orang yang ikut dalam aksi tersebut.
Tak lama kemudian, terdengar orasi yang dipimpin seorang orator aksi tersebut.
Puluhan petugas Kepolisian baik dari Polsek Umbulharjo dan Polresta nampak berjaga di sekitaran lokasi.
Bahkan Kapolsek Umbulharjo, Kompol Sutikno berdiri di belakang orator aksi guna menjaga kondusifitas dalam penyelenggaraan aksi itu.
Baca: Pemuda Pancasila Berkumpul di Kantor MPC Bantul
Diketahui, bahwa puluhan massa tersebut mendatangai Kejati DIY dalam rangka memprotes penetapan tersangka ketua PP Bantul kasus pembubaran pameran Wiji Thukul pada bulan Mei 2017.
Saat ini, beberapa perwakilan anggota PP beserta kuasa hukum dan terlapor tengah masuk ke gedung Kejati untuk melakukan mediasi dengan beberapa pejabat di lingkup Kejati DIY.
Diberitakan sebelumnya, Pencopotan lukisan Widji Tukul di Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) UII, Banguntapan, Bantul dilakukan oleh pihak Pemuda Pancasila (PP), Senin (8/5/2017) siang.
Andreas Iswinarto, sang pelukis Widji Tukul yang dipamerkan di Pusham UII menuturkan, acara ini adalah pameran tribute to Widji Tukul dengan tema 'Aku masih utuh, dan kata-kata tidak binasa.'
Tema tersebut ia ambil dari judul puisi Widji Tukul.
Baca: Film Wiji Thukul Hadir, Jokowi Diundang Nonton
Untuk kronologi bermula dari persiapan yang pihaknya lakukan siang tadi, sebelum kejadian terjadi lokasi pameran sempat didatangi beberapa orang dan ia mengobrol cukup lama dengan orang-orang tersebut.
"Setelah orang-orang itu keluar semua meninggalkan lokasi, tidak lama kemudian sekitar 30 orang dari Pemuda Pancasila datang dan mengatakan acara widji tukul tidak boleh diadakan karena dianggap komunis. Mereka mencoba mencopot seluruh karya dan puisi yang terpampang namun kita masih bisa mencegah mereka," katanya.
Lanjutnya, pihaknya sempat berdebat dengan para anggota dari Pemuda Pancasila sekitar 20 menit untuk menjelaskan supaya tidak menurunkan dan menyita karyanya yang berujung sedikit gesekan.
"Kita sempat tarik-tarikan dengan mereka, tadi hanya ada 15 orang di sini dan 7 orang staf wanita, mereka memaksa namun kami mencegahnya namun akhirnya mereka berhasil menyita lima poster dan 10 puisi yang tertempel di dinding lantai bawah, lainnya aman," ucapnya.
Andreas menambahkan, pihaknya akan mengambil langkah untuk melapor ke Polisi, karena ini adalah tanggung jawab Polisi untuk melakukan penanganan.
"Setelah ini langsung ke Polda untuk melapor dengan membawa bukti-bukti," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)