Harga Beras di Pasaran Masih Tinggi
Naiknya harga beras masih dipengaruhi oleh faktor cuaca yang saat ini memasuki musim penghujan.
Penulis: rid | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa hari ini harga jual beras di pasaran melonjak tinggi dari harga normal.
Ternyata hal tersebut juga dialami oleh Sukendar (54), seorang pemilik toko sembako sekaligus agen beras di Jalan Lettjen Suprapto, Ngampilan, Kota Yogyakarta.
Bahkan, untuk kenaikan harga beras yang dijual di tokonya berkisar antara Rp 1000-3000.
Diungkapkannya, bahwa kenaikan harga beras dimulai sejak beberapa hari lalu, tepatnya sesudah perayaan tahun baru kemarin.
Dikatakannya pula harga beras ditempatnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Hal itu dikarenakan harga dari pusat yang menaikkan harga beras.
"Sudah dua minggu ini harga beras naik, semua jenis dan meliputi karungan atau eceran. Rata-rata naik Rp 2 ribu," katanya saat ditemui di Tokonya, Selasa (16/1/2018).
Sukendar juga mengungkapkan bahwa semua jenis beras yang dijualnya mengalami kenaikan, baik dalam kemasan karung seberat 25 kilogram hingga penjualan eceran yang mana meliputi 1-2 kilogram.
Baca: Bupati Sleman Tegaskan Tolak Impor Beras. Ini Alasannya
Adapun beras yang mengalami kenaikan untuk kemasan karungan dengan berat 25 kilogram seperti beras merek angsa merah hitam dari Rp 250 ribu saat ini di angka Rp 280 ribu.
Untuk beras merek angsa hijau oranye saat ini di harga Rp 315 ribu dari Rp 265 ribu, sedangkan merek cherry dari Rp 285 ribu menjadi Rp 330 ribu.
Berlanjut ke kelas atas yakni beras menthik wangi saat ini dihargai Rp 352.500 per karungnya, setelah sebelumnya hanya Rp 290 ribu, beras rojo lele perkarungnya dari Rp 340 ribu melonjak sampai Rp 390 ribu.
Begitu juga beras C4 lele dari Rp 290 ribu menjadi Rp 340 ribu.
Beras kelas menengah kebawah seperti naga mutiara ikut naik menjadi Rp 250 ribu dari sebelumnya yang cuma di angka Rp 225 ribu.
"Harga eceran juga naik, beras merek angsa merah hitam dari Rp 10 ribu saat ini di angka Rp 12 ribu perkilonya, beras merek angsa hijau oranye dari harga Rp 11 ribu dari Rp 14 ribu, merek cherry dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu. Kalau beras menthik wangi saat ini dihargai Rp 14.500 perkilonya, dulu hanya Rp 12.500, beras rojo lele juga dari Rp 13 ribu melonjak sampai Rp 16 ribu," jelasnya.
"Untuk beras C4 lele dari Rp 13 ribu menjadi Rp 14 ribu dan beras naga mutiara ikut naik jadi Rp 10.500 dari sebelumnya yang hanya Rp 9 ribu," imbuhnya.
Baca: Walikota Yogyakarta: Impor Beras Kebijakan Pusat Saja
Dilanjutkannya, meskipun harga beras naik, mengenai ketersediaan beras saat ini tidak sesulit bulan Desember.
Namun untuk jumlah pesanan terkadang masih tidak sesuai dengan keinginan.
Sukendar menilai bahwa naiknya harga beras masih dipengaruhi oleh faktor cuaca yang saat ini memasuki musim penghujan.
"Walaupun harga naik, tapi mendapatkan berasnya sekarang gampang, nggak seperti bulan kemarin. Yang nganter juga tepat waktu, meski kadang-kadang hanya separo dari jumlah pesanan yang dikirim dari produsennya," tandasnya.
"Mungkin karena cuaca juga, kan banyak yang kena banjir. Kalau Haralannya ya turun lah harganya, kan kita kulakannya juga naik harganya karena itu. Tapi yang penting barangnya ada terus saja walaupun naik, karena kan makanan pokok ini (beras)," lanjutnya.
Baca: Bupati Kulonprogo: Beras Impor Hanya Cocok untuk Perkotaan
Sementara itu, Adit Prasetyo (21), warga Kasihan, Bantul mengatakan bahwa kenaikan harga beras ini juga berdampak kepada usaha rumahan yang dimilikinya.
Adit juga mengungkapkan keberatannya jika harga beras melonjak tinggi.
"Mungkin karena banjir, jadi produksi lama dan dinaikin harganya. Memang sudah umum naik tapi untuk saya yang punya usaha rumahan bakpia kan harus memberi jatah makan ke karyawan. Jadi agak keberatan juga kalau dinaikkan, karena ngaruh ke pengeluaran untuk produksi," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedagang-beras_20180116_210919.jpg)