Kakek Berjualan Es Tape Selama 45 Tahun, Segini Penghasilan Setiap Harinya
Kendati sudah 45 tahun berjualan es tape, Mbah Hadi setiap hari membawa pulang omset ratusan ribu rupiah tiap harinya.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Siapa sangka, sudah puluhan tahun Mbah Hadi (77) melakoni profesi sebagai penjual es tape di jalan Kusumanegara.
Kendati sudah 45 tahun berjualan es tape, namun jangan dibayangkan, Mbah Hadi setiap hari membawa pulang omset ratusan ribu setiap harinya.
Dikatakan Mbah Hadi, setiap hari selama bertahun-tahun jualan es tape di Jalan Kusumanegara, ia mengaku berpenghasilan tak menentu.
"Paling banyak saya melayani 50 gelas es tape setiap hari. Tapi biasanya ya cuma 20-40 gelas setiap hari. Apalagi kalau hari hujan, tambah sepi, dagangan saya tutup plastik, saya neduh," terang Mbah Hadi.
Satu gelas es tape buatan Mbah Hadi, di jual dengan harga cukup murah yakni Rp 5 ribu rupiah.
Artinya, jika bisa melayani 20-40 gelas, Mbah Hadi membawa pulang penghasilan kotor uang Rp 100-200 ribu rupiah setiap hari untuk menafkahi keluarganya.
Diceritakan Mbah Hadi, dari pernikahan dengan istrinya, ia dikaruniai empat orang anak.
Dua orang laki-laki dan dua perempuan.
Satu anak laki-lakinya saat ini bekerja sebagai supir Truk di Klaten.
Sementara yang dua perempuan tinggal di Rumah bersama istrinya berjualan sayur mayur.
Sementara, anak laki-laki yang satunya belum lama ini, diakuinya, pergi jauh ke luar negeri, untuk bekerja di Jepang.
Ia mengaku rindu tak terperi, kepada buah hatinya.
Namun apa daya, sebagai orangtua, ia hanya mampu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya.
"Kulo, wong tuwo mung isone ndungo, ngeridoni lare, (saya orang tua cuma bisa mendoakan, dan meridhoi anak-red)," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penjual_20180113_131045.jpg)