Buah Bibir
Mahasiswi UII Yogyakarta Ini Sejak SMP Sudah Ingin Kuliah di Jurusan Ini
Meski baru bergabung pada Oktober 2017, ia begitu bangga dengan kegiatan barunya tersebut.
Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hanum Azizah, Mahasiswi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) mengungkapkan dirinya sangat bersyukur bisa bergabung dalam tim Marketing and Communication UII.
Meski baru bergabung pada Oktober 2017, ia begitu bangga dengan kegiatan barunya tersebut.
"Sangat bangga bisa bertemu orang banyak dan mempromosikan UII," kata mahasiswi angkatan 2016 ini, Jumat (12/1/2018).
Bergabung dengan Marketing and Communication dan mempromosikan UII merupakan kegiatan mulia bagi dirinya.
Bisa bertemu dengan adik-adik SMA yang tengah mencari informasi seputar kuliah adalah sebuah kebahagiaan bagi Hanum.
"Saya pernah merasakan ketika SMA, jadi memang membutuhkan informasi yang banyak mengenai kuliah. Saya juga bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk menginformasikan kepada adik-adik tentang UII," tuturnya.
Hal itu memang begitu dirasakan saat dirinya masih duduk di bangku SMA, diceritakan Hanum, saat itu ia tidak tahu sama sekali tentang kuliah dan UII, sehingga memberikan informasi-informasi seperti yang ia lakukan sekarang juga mengingatkan tentang posisinya dulu.
"Sehingga saya bisa bersyukur mendapatkan kesempatan ini, semoga adik-adik dapat mengetahui rencana ke depannya," ujar gadis kelahiran Ponorogo, 11 Desember 1997 ini.
Terlebih lagi menjadi seorang mahasiswi Psikologi adalah sesuatu yang diidamkannya sejak lama.
Ia mengaku sejak SMP dirinya sudah berniat untuk menjadi mahasiswi Psikologi.
"Itu awalnya ikut OSIS, saat itu ada namanya Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan di forum itu mendatangkan psikolog semacam seminar dan sosialiasi," ungkapnya.
"Saya melihat gelarnya dan cara ibunya berbicara di depan umum, kayak benar-benar memahami orang lain, saya lihat gelarnya S.Psi, M.Psi, jadi termotivasi ingin seperti ibunya," kata Hanum.
Kemudian, berawal dari LDK tersebut, ia jadi kepincut untuk bisa memahami orang lain baik itu karakternya dan sifatnya.
"Jadi ingin tahu seharusnya anak kecil itu dididik seperti apa, dan sebagainya," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hanum_1201_20180112_213905.jpg)