REI Gairahkan Pasar Properti 2018 dengan Rumah Terjangkau

Untuk sektor-sektor tertentu, seperti perumahan dan apartemen, karena merupakan kebutuhan primer, maka pasarnya masih cukup baik.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
www.rei.or.id
Logo REI 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGY A - Real Estat Indonesia (REI) DPD DIY masih akan mengalami slow down atau perlambatan.

Namun sikap optimisme tetap dijaga untuk pasar properti yang menjanjikan.

Untuk sektor-sektor tertentu, seperti perumahan dan apartemen, karena merupakan kebutuhan primer, maka pasarnya masih cukup baik.

Pasalnya, meskipun perekonomian diyakini bakal melaju lebih kencang dibandingkan tahun lalu, meski tahun 2018 merupakan tahun politik yang penuh kejutan.

“Istimewanya, Jogja punya iklim politik dan keamanan yang relatif terjaga karena tidak ada Pilkada,” kata Ketua DPD REI DIY Rama Adyaksa Pradipta kepada Tribun Jogja, Selasa (9/1/2018).

Di mata Rama, pertumbuhan ekonomi yang membaik, mulai meningkatnya daya beli masyarakat serta bergulirnya kebijakan pemerintah untuk mendukung investasi dalam negeri, adalah juga indikator-indikator yang melandasi optimisme pasar properti 2018.

Baca: Program Sejuta Rumah Capai 904.758 Unit Sepanjang 2017

“Permasalahannya bukan terletak pada daya beli. Tahun lalu peminat properti sebenarnya juga punya budjet hanya mereka masih menahan diri. Tahun ini saatnya belanja properti,” kata Rama.

Potensi permintaan properti di Yogyakarta sebenarnya masih sangat besar.

Hal itu ditopang oleh jumlah penduduk dan pendatang yang terus meningkat.

Terbukti pengembang kelas kakap, yakni Ciputra Group dan Saraswanti Indoland tahun ini mulai membangun apartemen, sehingga membuat supply hunian meningkat.

“Bayangkan saja, untuk satu tower saja setidaknya ada 100 unit. Terlihat bahwa pengembang besar pun yakin pasar di Jogja masih sangat potensial,” ujarnya.

Terkait permintaan, pertumbuhan sektor properti bakal banyak ditopang segmen menengah ke bawah.

Sebab, segmen tersebut didominasi kalangan end user dengan kebutuhan terhadap hunian yang tinggi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved