Sastra

SAJAK : Pagi Selalu Membunuh Mimpi

Apakah diri benar-benar menjadi pengecut atau hanya sekadar matinya rasa

Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Muhammad Fatoni
ist
ilustrasi 

Aku selalu takut ketika pagi tiba
setiap pagi aku pasti mati
terhunus panasnya matahari
menguap ke langit tak akan kembali

Seharusnya bernafas dalam pagi adalah nyawa
karena seisi alam raya bersorak sorai kala baskara menyapa
tetapi yang terasa sebaliknya
apakah diri benar-benar menjadi pengecut atau hanya sekadar matinya rasa

Pagi, semoga kubisa menikmatimu
menjamah wajah, tubuh juga hati
dengan semburat warnamu di langit biru. 

(hendy kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved