Orangtua Siswa Kelas 6 SD Seropan Khawatir Nilai Anaknya Menurun

Sejumlah orangtua siswa SD Seropan khawatir kegiatan belajar mengajar di tenda darurat akan mempengaruhi nilai putra-putrinya

Tribun Jogja/Noristera Pawestri
Suasana kegiatan belajar mengajar SD Seropan yang berlangsung di tenda darurat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah orangtua siswa SD Seropan khawatir kegiatan belajar mengajar di tenda darurat akan mempengaruhi nilai putra-putrinya, Rabu (3/1/2018).

Hal ini lantaran kondisi belajar di dalam tenda yang panas dan tidak efektif, membuat konsentrasi belajar siswa menurun.

Karena pada bulan Mei nanti, putra-putri mereka yang saat ini tengah duduk di bangku kelas 6 SD ini akan menghadapi ujian sekolah.

Sehingga orangtua khawatir jika putra-putrinya akan mengalami penurunan nilai mata pelajaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sumarno (43) yang merupakan orangtua dari Rista Riski Rohmawati.

Sumarno menuturkan, putrinya ini selalu mendapatkan rangking 1 ketika pembagian rapor.

"Yang saya khawatirkan itu kalau nanti nilainya berkurang," ujar Sumarno.

Ia menambahkan, putrinya ini ingin bercita-cita menjadi seorang dokter.

"Kalau orangtuanya mampu membiayai pengen kuliah biar jadi dokter," papar Sumarno yang sehari-hari bekerja serabutan ini.

Begitu juga dengan halnya Somiran (35) orangtua siswa kelas 6 ini juga khawatir jika nilai anaknya menurun karena kegiatan belajar di kelas kurang maksimal.

Dirinya turut prihatin dengan keadaan belajar yang dialami anaknya.

"Khawatir nilainya merosot karena keadaan. Kan konsentrasi berkurang karena tempatnya juga di tenda panas, butuh penyesuaian juga," tutur Somiran.

Dirinya hanya berharap agar anaknya dapat memperoleh nilai yang bagus dengab situasi belajar yang memperhatikan seperti sekarang ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved