Apakah Petting Bisa Picu Kehamilan? Jawabannya Bisa Asalkan . . .
Risiko kehamilan akan semakin besar bila sperma dikeluarkan dekat vagina dan ada kesempatan untuk masuk ke dalam.
TRIBUNJOGJA.com - Kehamilan bisa terjadi jika ada proses pembuahan melalui pertemuan antara sel sperma dan sel telur.
Salah satu caranya dengan penetrasi ketika berhubungan intim. Namun apakah masih bisa hamil meskipun hanya melakukan
petting atau pergesekan alat kelamin?
Dalam sebuah artikel yang dilansir kompas.com, dr Boy Abidin, Sp OG, dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, memaparkan
bahwa risiko kehamilan tetap besar meskipun tidak melakukan penetrasi.
Hal ini bisa terjadi terutama jika sperma dalam kondisi sehat dan sangat lincah.
"Sperma yang sehat itu sangat lincah dan mampu berenang dengan cepat. Kemampuan ini diperlukan karena ia harus bergerak
agar mencapai saluran telur. Bahkan, sperma mampu menembus pori-pori kain," paparnya sebagaimana dilansir kompas.com.
Risiko kehamilan akan semakin besar bila sperma dikeluarkan dekat vagina dan ada kesempatan untuk masuk ke dalam.
"Di dalam vagina ada lendir yang sifatnya seperti lem. Ia akan menghisap sperma," tambah dr Boy yang ditemui seusai
peluncuran kampanye I Know yang diadakan oleh Kotex, merek pembalut wanita.
"Karena itu, tak usah bingung bila seorang wanita bisa hamil walau tidak penetrasi. Sperma itu sangat lincah, menembus
celana saja bisa kok, meski satu jam kemudian dia akan mati," urainya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs ALODOKTER, petting memang masih memiliki kemungkinan
menyebabkan kehamilan. Namun ini sangat tergantung dari aktivitas seksual yang dilakukan.
Misalnya petting dengan kondisi alat vital berdekatan tanpa memakai pakaian dalam.
Ini masih ada kemungkinan sperma masuk. Atau bisa masuk secara tidak sengaja dari anggota tubuh lainnya yang terkena
cairan sperma.
'Ketika sperma dan sel telur bertemu dalam tubuh seorang wanita, maka kehamilan pun bisa terjadi,' demikian sebagaimana
dikutip dari ALODOKTER.com.
Namun yang perlu diwaspadai bahwa petting ternyata tak hanya memiliki kemungkinan kehamilan, tapi juga meningkatkan risiko
terkena penyakit menular seksual (PMS).
PMS dapat menular melalui ciuman ataupun ketika dilakukan seks oral, contohnya herpes dan sifilis. Selain itu, kutil
kelamin juga dapat ditularkan dengan cara yang sama, hanya saja jenis virusnya yang berbeda.
Penyakit lain yang dapat menular dari sentuhan kulit jarak dekat saat petting, terutama di bagian kelamin, salah satunya
adalah chancroid. Chancroid ditularkan lewat kontak kulit ketika seseorang yang terinfeksi penyakit ini menderita ulkus
atau luka kecil di alat kelaminnya, kemudian ulkus ini bersentuhan dengan alat kelamin pasangannya. Kontak kulit juga
dapat menularkan human papillomavirus (HPV), moluskum kontagiosum, kudis, dan kutu kemaluan.
Petting yang dilakukan hingga kelamin mengeluarkan cairan juga berisiko terkena cytomegalovirus (CMV). Sementara itu,
petting menggunakan alat bantu seks memiliki risiko trichomoniasis. Meski sangat jarang, namun penularan HIV pernah
ditemukan di Amerika Serikat melalui petting dengan cara seks oral. (*)
Sumber :
Wow, Ternyata Sperma Bisa Tembus Kain - KOMPAS
Petting Bisa Hamil Atau Tidak, Tergantung Kondisinya - ALODOKTER
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mati-berhubungan-badan-seks_20170202_073107.jpg)