Petani Cabai di Sleman Keluhkan Tanamannya Busuk Akibat Jamur

Petani cabai diimbau segera memperbaiki drainase agar tanaman cabai tidak terendam air.

Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Ketua Kelompok Tani Tani Rukun Padukuhan Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Januriyanto mengeluhkan serangan jamur yang menggerogoti akar cabai dan membuat tanamannya mati, Selasa (26/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Petani cabai di Kabupaten Sleman mengeluh cabai yang baru mereka tanam layu dan membusuk.

Hal tersebut lantaran serangan jamur pada tanaman cabai yang menyebabkan petani rugi jutaan rupiah, Selasa (26/12/2017).

Ketua Kelompok Tani Tani Rukun Padukuhan Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Januriyanto menjelaskan kondisi cuaca yang kadang hujan kadang panas tersebut menyebabkan tumbuhnya jamur.

Jamur tersebut menggerogoti akar cabai dan membuat tanaman mati.

"Kalau hujan seperti ini jamur, batang jadi tanaman busuk soalnya dari akar dan tiba-tiba layu. Ada juga terkena patek, kebanyakan pada layu," terang Janu kepada Tribun Jogja, Selasa (26/12/2017).

Serangan jamur tersebut terpakasa membuat petani memanen cabai lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Hal tersebut untuk menghindari serangan jamur semakin meluas.

"Dirombak itu dicabuti (tanaman cabai) karena posisi udah pada mati. Yang hijau jual hijau, merah jual merah kita panen lebih awal," jelasnya.

"Kerugian itu sebenarnya lumayan dalam 1.000 meter bisa jutaan," tambahnya.

Menyiasati hal tersebut, Janu menjelaskan petani cabai diimbau segera memperbaiki drainase agar tanaman cabai tidak terendam air.

Selain itu rutin pula dilakukan penyemprotan fungisida yang tadinya seminggu sekali menjadi seminggu dua kali agar spora jamur tidak berkembang biak.

Akibat situasi ini, harga cabai pun diprediksi akan melambung.

"Saya kira harga cabai akan naik. Pada saat ini aja di pasar lelang harga cabai rawit sudah tembus Rp 38 ribu dan harga cabai besar Rp 28.500," pungkasnya.

Sementara itu, Suwandi Aziz, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa pada musim hujan seperti ini tanaman cabai sangat rawan terkena jamur.

Namun secara total di Sleman serangan jamur tersebut tidak mencapai dua hektar.

"Bagi petani cabai yang sudah berpengalaman sudah mengantisipasi dengan penyemprotan fungisida secara intensif. Serangannya (jamur) secara spot-spot, sehingga kalau ditotal se-Sleman tidak lebih dari dua hektar," ujar Aziz. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved