Kirab Bregada Empat Penjuru Kenalkan Sejarah Desa Condongcatur
Selasa (26/12/2017), sebanyak empat bregada melakukan kirab menuju titik pusat di Halaman Kantor Desa Condongcatur.
Penulis: app | Editor: Ari Nugroho
Perangkat desa rutin mengajak masyarakat nguri-uri budaya Jawa melalui berbagai acara.
"Desa Condongcatur tidak akan meninggalkan tradisi dan budaya, meskipun kita dekat kota atau wilaya sub-urban," tegasnya.
Selain puncak acara tersebut, disajikan berbagai acara pendukung seperti pentas Ketoprak Kuliner pada 27 Desember mendatang, festival jazz pada 29-30 Desember, dan juga mancing bersama di Selokan Mataram.
"Kita acara banyak merangkul masyarakat dari sisi budaya, ekonomi, kemasyarakatan, sosial, dan olahraga," terangnya.
"Setiap ulang tahun desa, kita pentaskan ketoprak kemarin ketoprak perangkat desa. Kemudian ketoprak dengan masyarakat, dan sekarang ketoprak dengan pejabat kecamatan," tuturnya.
Baca: UGM Gelar Pelatihan Lalu Lintas di SD Muhammadiyah Condongcatur
Reno menegaskan kelompok budaya yang ada di wilayahnya seperti ketoprak, jathilan, hingga macapat akan terus didorong agar lebih eksis.
"Kita harus tlaten dengan acara yang ada, jathilan jangan sampai punah kita kembangkan, macapat, karawitan kita kunjungi kita beri motovasi dan dana agar tidak berhenti di situ," pungkasnya.
Sementara itu, Eko salah satu penonton kirab mengaku baru tahu bahwa Condongcatur dulunya merupakan empat kelurahan.
Statusnya sebagai pendatang dan tinggal sementara membuatnya kurang paham akan sejarah tersebut.
"Dulunya sempat denger, cuma kurang tahu. Sekarang sudah tahu, tadi ngobrol-ngobrol sama yang lain," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bregada-condongcatur_20171226_163249.jpg)