Ini Kata Istri Lurah Caturtunggal Sleman tentang Hari Ibu

Tyas meneruskan, para ibu-ibu harus terus berkarya, mengembangkan dirinya, dan belajar untuk maju sejajar sesuai cita-cita RA Kartini.

Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Tantowi Alwi
Para ibu-ibu PKK Padukuhan Samirono Desa Catur Tunggal Kecamatan Depok Sleman saat acara memperingati Hari Ibu di Balai Budaya Samirono, Minggu (24/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sotyaningtyas Kumala Ratna, Istri dari Lurah Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman mengatakan, momentum Hari Ibu merupakan tonggak kebangkitan untuk kaum Ibu dan calon ibu.

Tyas meneruskan, para ibu-ibu harus terus berkarya, mengembangkan dirinya, dan belajar untuk maju sejajar sesuai cita-cita RA Kartini.

"Menurut saya itu sudah bagus, tidak mengajak orang berpikir sempit tetapi berpikir luas," kata Tyas kepada Tribunjogja.com, Minggu (24/12/2017).

Pada kesempatan tersebut, Tyas juga menghadiri acara memperingati Hari Ibu yang diselenggarakan oleh ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Padukuhan Samirono di Balai Budaya Samirono.

Dapat ikut dalam acara tersebut, Tyas mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang karena bisa melihat para ibu yang mau aktif, mau bekerja, dan berkreativitas.

Baginya, para ibu merupakan tiangnya negara dan urat nadi bangsa Indonesia.

Baca: Ini yang Dilakukan Ibu-ibu PKK Padukuhan Samirono untuk Memperingati Hari Ibu

"Ibu-ibu itu tiangnya negara, bapak itu adalah atapnya, kalau atap itu tidak ada tiangnya tidak bisa berdiri tegak, tidak bisa disebut rumah, tidak bisa disebut bangunan. Yang tiang kalau tidak ada atap itu hanya sekedar tiang. Ibu perannya luar biasa, yang namanya keluarga, ibu merupakan urat nadi paling kecil bangsa ini. Itu yang harus dikuatkan. Peran ibu besar sekali. Makanya kita harus penuhi rumah itu dengan cinta dan kasih sayang," ujar Tyas.

Tyas juga mengharapkan para ibu-ibu diberi kesempatan yang lebih untuk berkarya dan belajar dalam segala hal.

"Ibu itu sekolah pertama anak-anak makanya harus cerdas. Saya berharap, ibu-ibu tambah cerdas dalam segala hal, dan menjadi ujung tombak bangsa Indonesia," kata Tyas.

Acara memperingati Hari Ibu tersebut berlangsung meriah.

Dalam acara tersebut terdapat rangkaian acara yang erdiri dari kegiatan lomba memasak olahan ikan, merangkai bunga kebun, peragaan busana adat, dan lomba karaoke.

Lomba-lomba tersebut diikuti oleh 13 RT yang ada di Padukuhan Samirono dengan masing-masing mengirimkan satu perwakilan di setiap lombanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved