Pengurus Badan Kerjasama BKSGK DIY Serukan Pesan Jaga NKRI dan Perdamaian untuk Dunia
Menurutnya, belakangan ini banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh segelintir golongan yang menginginkan perpecahan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyambut perayaan Natal 2017, pengurus Badan Kerjasama Gereja-gereja Kristen (BKSGK) Daerah Istimewa Yogyakarta, menyerukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan cinta damai kepada dunia.
Hal itu disampaikan pengurus BKSGK dalam kunjungan audiensinya ke Redaksi Tribun Jogja, Jumat (22/12/2017).
Dalam Kunjungan tersebut pengurus badan kerjasama gereja Kristen DIY diwakili oleh Paulus Kristiyanto, Katin Subiantoro dan Pendeta Agus Hariyanto.
Kunjungan tersebut langsung diterima oleh pemimpin redaksi Tribun Jogja, Ribut Raharjo, didampingi editor online, Ikrob Didik Irawan.
Ketua Umum Badan Kerjasama Gereja-gereja Kristen DIY, Pendeta Agus Haryanto, mengatakan pihaknya belakangan ini mengaku cukup prihatin atas kondisi bangsa dan negara Indonesia pada dewasa ini.
Keprihatinan itu didorong karena banyaknya sekelompok golongan yang diakuinya selalu merongrong keutuhan negara, bahkan disinyalir menginginkan penggantian pancasila sebagai dasar ideologi bangsa.
Oleh sebab itu melalui pesan Natal 2017, pihaknya menyerukan kepada semua pihak untuk menegaskan kembali bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan keputusan final yang tak bisa digugat lagi.
"Karena Pancasila itulah yang menyatukan semua kebhinnekaan di Indonesia," ujar pendeta Agus Haryanto, Jumat (22/12/2017).
Selain Pancasila, pihaknya juga mengajak semua elemen dan semua golongan untuk bersama-sama mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, belakangan ini banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh segelintir golongan yang menginginkan perpecahan.
"Karena itu kami mengajak masyarakat semuanya terutama Yogya untuk tetap mempertahankan NKRI," tuturnya.
Sementara itu, Katin Subiantoro berpendapat bahwa makna Natal pada hakikatnya merupakan cinta, damai sejahtera dari Tuhan yang diturunkan ke Bumi.
Ia kemudian mengutip dari pernyataan Abdurrahman Wahid (Gusdur) yang mengatakan bahwa Natal bukan hanya milik orang Kristen semata, namun milik semua umat di dunia.
"Sebab damai kasih yang dihadirkan oleh Tuhan itu untuk dunia, bukan hanya untuk kristiani," terang dia.
Ia mengajak umat Kristen bersama-sama untuk membuat cerah masyarakat, sehingga makna Natal tahun ini bisa benar-benar diterima oleh bangsa Indonesia.
"Kami melihat Indonesia belum ada damai dan belum ada sejahtera. Harapannya, melalui makna Natal ini bukan hanya untuk umat Kristen tapi untuk kemajuan bangsa," ungkap dia.
Menanggapi akan hal itu, pemimpin Redaksi Tribun Jogja, Ribut Raharjo mengaku sangat sepakat jika perayaan Natal dimaknai bersama-sama untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang tercinta.
Baginya pernyataan Gusdur yang dikutip Katin Subiantoro merupakan simbol kerukunan cara berbangsa dan bernegara.
Ia pun beranggapan bahwa agama merupakan keyakinan dan cinta yang sejatinya mengajarkan seseorang untuk berbuat kebaikan.
"Agama merupakan cara indah seseorang hamba untuk berbuat kebaikan, dan kebaikan yang indah adalah persatuan," terang Ribut Raharjo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengurus-gereja_2212_20171222_164835.jpg)