Perancis Deklarasikan Manuskrip Kontroversial sebagai Harta Nasional

Novel kontroversial itu ditemukan di antara retakan batu dalam sel De Sade pasca-Revolusi Perancis 1789.

Editor: Ari Nugroho
Martin Bureau/AFP via Kompas.com
Inilah manuskrip sepanjang 39 kaki, atau 11 meter, yang berjudul 120 Days of Sodom. Manuskrip karya Marquis de Sade sangat kontroversial karena sarat akan pornografi dan erotisme 

TRIBUNJOGJA.COM, PARIS - Pemerintah Perancis mengumumkan penarikan satu manuskrip kontroversial dalam pelelangan di Paris.

Seperti diberitakan oleh The Telegraph Senin (18/12/2017), manuskrip berjudul "120 Days of Sodom" itu diakui sebagai harta nasional.

Pengakuan itu terjadi dua hari sebelum Rumah Lelang Aguttes memulai proses pelelangan Rabu (20/12/2017).

120 Days of Sodom adalah karya dari penulis sekaligus bangsawan Perancis, Donatien Alphones Francois Marquis de Sade.

De Sade menulis manuskrip itu ketika berstatus tahanan di Penjara Bastille 1785.

Baca: Manuskrip Kuno Sebut Bakal Adanya Tsunami Aceh

Novel itu sering disebut sebagai "Kitab Iblis". Sebab, 120 Days of Sodom sarat akan erotisme dan pornografi.

Inti dari novel tersebut bercerita tentang empat orang pria yang berusaha mendapatkan kepuasan dalam seks.

Dalam novel dengan panjang perkamen mencapai 39 kaki atau 11,8 meter itu, terdapat 600 perbuatan seks yang tak wajar, perkosaan, maupun pembunuhan.

"De Sade menyebutnya sebagai 'kisah najis yang terjadi sebelum dunia yang dikenal ini ada'," demikian reportase The Telegraph.

Novel kontroversial itu ditemukan di antara retakan batu dalam sel De Sade pasca-Revolusi Perancis 1789.

120 Days of Sodom sempat dilarang beredar di Inggris hingga dekade 1950-an.

Selain 120 Days of Sodom, Perancis juga mengumumkan manuskrip berjudul Surrealist Manifestos karya Andre Breton.

Baca: Terkuak! Hanya dengan Langkah Sederhana Ini, Jack dan Rose Sebenarnya Bisa Selamat dari Titanic

Meski diakui sebagai harta nasional Perancis, Rumah Lelang Aguttes tetap berpotensi mendapat 10 juta euro, atau sekitar Rp 160 miliar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved