Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir dan Longsor di Banjarnegara
Kepala Desa Kalibening Khodim mengatakan, sedikitnya 50 an hektar lahan pertanian warga di enam desa terendam banjir luapan.
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Wilayah dataran tinggi Kalibening Banjarnegara kembali dilanda banjir.
Hujan lebat disertai angin kencang pada Senin sore (18/12/2017) menyebabkan sungai Brukah meluap.
Air sungai meluap hingga menggnangi lahan pertanian warga.
Hamparan sawah yang menghijau berubah layaknya danau karena tergenang air hingga menutup tanaman.
Kepala Desa Kalibening Khodim mengatakan, sedikitnya 50 an hektar lahan pertanian warga di enam desa terendam banjir luapan.
Lahan itu milik ratusan petani yang ditanami padi dan palawija.
Desa-desa terdampak itu meliputi Desa Gununglangit, Bedana, Sikumpul, Sirukun, Karanganyar dan Kalibening.
"Banjir tidak mengenai pemukiman, hanya merendam lahan pertanian warga,"katanya, Selasa (19/12/2017).
Akibat banjir yang merendam lahan pertanian tersebut, para petani dipastikan menanggung rugi.
Tanaman padi berusia satu bulan terancam mati karena terendam banjir.
Para petani di enam desa ini pun terbayang gagal panen.
Tanaman palawija semisal jagung dan ketela pohon juga terancam busuk jika terendam banjir hingga berhari-hari.
Bencana ini melumpuhkan sendi perekonomian warga.
Baca: Menjelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Perhubungan Meminta PT KAI Mewaspadai Longsor dan Banjir
Pasalnya, sebagian besar warga di pedesaan bermata pencahariaan petani yang mengandalkan dari hasil panen untuk menunjang ekonomi keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembersihan-material_20171219_161204.jpg)