Tambang Longsor di Magelang
Ini Cerita Rekan Penambang Pasir di Srumbung yang Lolos dari Maut
Martanto menjelaskan, lokasi tempat ia menambang bisa dikatakan tidak aman, terutama ancaman tebing tersebut.
Penulis: app | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ahmad Martanto (34), duduk termenung di pintu masuk IGD RSUD Muntilan, Senin (18/12/2017).
Sembari memangku putri kecilnya, bapak tiga anak tersebut tampak masih tak percaya rekan sejawatnya sebagai penambang pasir manual harus meregang nyawa akibat longsor di Bantaran Sungai Bebeng, Srumbung, Magelang.
Martanto menceritakan, pagi itu ia dan 20 rekannya tengah mencari rezeki dengan menambang.
Namun, nahas tanpa ada tanda apapun tiba-tiba longsor menimbun rekan-rekannya.
Beruntung, Martanto selamat dari musibah tersebut.
Baca: Retakan Tapal Kuda Tebing Girimulyo Kulonprogo, Tiga Rumah Harus Direlokasi
Kala itu, jam telah menunjuk angka 10.00, Martanto pun begegas membelikan makan siang untuk rekan-rekannya.
Tanpa ada firasat apapun, Martanto melangkah santai menuju warung tempat ia dan rekan-rekan mengisi perut.
Namun nahas, selang beberapa meter ia berjalan, longsor menimbun rekan-rekannya.
"Ya saya ndredek melihat teman-teman (tertimbun). Kebetulan saya menghadap lawan arah begitu tak tengok tebing sudah longsor," terangnya.
"Saya langsung lari ke rumah sakit," timpalnya.
Baca: Longsor di Tambang Pasir Srumbung, Delapan Penambang Tewas, Delapan Lainnya Luka Berat
Saya mau cari nasi bungkus untuk rekan-rekan Jalan beberapa meter terus sudah longsor," keluhnya.
Martanto menjelaskan, lokasi tempat ia menambang bisa dikatakan tidak aman, terutama ancaman tebing tersebut.
Namun, ibarat nasi sudah menjadi bubur kejadian yang sudah terjadi tidak bisa diulang kembali.
"Sebenarnya aman nggak aman soalnya di tepi tebing," pungkas bapak tiga anak tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/korban-selamat-srumbung_20171218_175642.jpg)