LIPSUS Penyiaran Radio di Yogya

Segmen Siaran Radio di Yogya Dinilai Menyimpang

Saat ini radio milik Pemkot ini tidak lagi menyiarkan program-program yang bisa dinikmati oleh warga Kota Yogya.

Segmen Siaran Radio di Yogya Dinilai Menyimpang
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Radio di Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pimpinan Komisi D DPRD Kota Yogya, A Fokki Ardiyanto, menjelaskan pihaknya menemukan adanya pertanggungjawaban yang diduga tidak jelas dalam penyertaan modal kepada radio dalam rancangan kerja dan anggaran (RKA) bersama Dinas Pariwisata dan UPT Taman Pintar, Selasa (21/11/2017) lalu.

Radio tersebut sebelumnya mengelola radio anak di Taman Pintar, namun saat ini sudah tidak mendukung lagi kegiatan di kawasan wisata edukasi tersebut.

“Radio ini dulunya untuk mendukung tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari Taman Pintar. Tetapi, pada saat (rapat RKA) kami menanyakan posisi (radio) seperti apa, UPT Taman Pintar tidak bisa menjawab dengan jelas, “ ujarnya kepada Tribun Jogja, pekan lalu.

Apalagi, lanjut Fokki, saat ini radio milik Pemkot ini tidak lagi menyiarkan program-program yang bisa dinikmati oleh warga Kota Yogya.

Alhasil, kata dia, penyertaan modal dari duit rakyat tersebut saat ini sia-sia. Dia menyebutkan, pada akhir tahun 2012, keberadaan radio tersebut sudah tidak ada lagi di Taman Pintar.

“Warga Kota juga tidak bisa menikmati siarannya. Kami minta pertanggung jawaban atas radio ini, “ tegasnya.

Bentik Pansus

Fokki pun mempertanyakan dasar hukum penyertaan modal yang ternyata hanya Akte Notaris dengan nomor 5 tanggal 7 Agustus 2006.

Dasar hukum itulah, sebut Fokki digunakan untuk operasional radio anak di taman pintar.

Pihak komisi D pun mendesak badan anggaran untuk menindaklanjuti dan menelusuri masalah penyertaan modal ke PT Radio Swara Adhiloka tersebut.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved