Pilih Pijat Tradisional untuk Anak Kesayangan? Rupanya Ini Manfaatnya

Pijat bayi tradisional atau dadah menjadi satu metode kesehatan yang saat ini masih banyak diminati masyarakat.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Mbah Dirjo saat memijat bayi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Apapun pasti dilakukan orangtua demi menjaga kesehatan dan kenyamanan buah hati tercinta.

Pelayanan kesehatan mutakhir yang ditangani oleh tenaga medis ahli pun kini banyak menjadi pilihan.

Namun ternyata hal tersebut tak selalu menjadi pilihan.

Pijat bayi tradisional atau dadah menjadi satu metode kesehatan yang saat ini masih banyak diminati masyarakat.

Tak ada alat canggih maupun tenaga ahli yang berlatar belakang akademis khusus, hanya keterampilan turun temurun yang menjadi modal utama.

Seperti yang dilakukan oleh Dirjo Prayitno (85).

Lebih dari 50 tahun tangannya memijat kaki-kaki dan tangan-tangan pasien mungilnya.

"Kula pun seket taun langkung ngeten niki  (saya sudah 50 tahun melakukan ini-red)," kata perempuan yang meski sudah memasuki usia senja tetap tampak enerjik ini.

Ia telah terbiasa menangani bayi dan anak-anak yang sedang tak enak badan untuk dia pijat.

"Biasane nggih lare panas, pilek, kekeselen niku mangkih dipijet lajeng kepenak (biasanya kalau anak panas, pilek, kecapekan dipijat kemudian membaik-red)," ujar nenek yang akrab disapa Mbah Dirjo ini, saat ditemui Tribunjogja.com di rumahnya beberapa waktu lalu.

Etik Mulyati pagi itu membawa putranya ke rumah Mbah Dirjo untuk dipijat.

"Sudah langganan sini dari anak pertama sampai anak ketiga," kata wanita berusia 36 tahun ini.

"Ini biasa anak balita kalau sakit, capek, banyak gerak jadi rewel," sambung Etik.

Ia lebih memilih membawa anaknya yang baru berusia 6 bulan untuk dipijat daripada dibawa ke dokter.

"Orang kan beda-beda, ada yang sreg pijet ada yang enggak. Saya kasian juga kan kalau anak konsumsi obat terlalu sering," papar Etik yang jauh-jauh datang dari Segoroyoso, Pleret, Bantul ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved