Kalah Adu Penalti dari Jabar, Langkah Tim Sepakbola Putri DIY Terhenti

Memasuki babak kedua, kelengahan lini belakang DIY berbuah gol bagi Jawa Barat.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: oda
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Tim Sepakbola putri DIY 

TRIBUNJOGJA.COM- Tim sepakbola putri Daerah Istimewa Yogyakarta harus angkat koper dan pulang lebih cepat setelah kalah adu penalti dari Jawa Barat pada babak 8 besar Women Football Road To Asian Games Pertiwi Cup 2017, di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sabtu (9/12/2017) pagi.

Meski tak diperkuat enam pilarnya termasuk sang tumpuan di lini depan Dewi Tia yang harus tampil di ajang Liga Nusantara di Bandung, tim sepakbola putri DIY mampu mengimbangi permainan dari juara Grup A Jawa Barat pada pertandingan babak pertama.

Memasuki babak kedua, kelengahan lini belakang DIY berbuah gol bagi Jawa Barat.

Baru dua menit babak kedua berjalan, pemain Jawa Barat nomor punggung 2 berhasil mencetak sebuah gol melalui tendangan first time usai menerima umpan lambung dari sisi kanan.

Tertinggal satu gol membuat asisten pelatih DIY, Rizky Andhika meminta anak asuhnya untuk meningkatkan intensitas serangan.

Hasilnya, lima menit berselang Farhana berhasil menyamakan skor setelah bola hasil sundulannya memanfaatkan umpan tendangan sudut tak mampu ditepis penjaga gawang Jawa Barat.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak kedua usai, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.

Meski kedua tim sama-sama memiliki peluang pada babak tambahan waktu ini, namun tak ada satupun peluang yang berhasil di konversi menjadi gol. Sehingga pertandingan ini harus ditentukan melaluo adu penalti.

Pada babak penalti, ketiga eksekutor DIY yaitu Diana, Anisa dan Ria gagal memasukkan bola. Sedangkan tiga eksekutor penalti dari Jawa Barat sukses melaksanakan tugas.

Kegagalan di ajang Pertiwi Cup 2017 menjadi pelajaran berharga bagi tim sepakbola Putri DIY.

Menurut asisten pelatih DIY, Rizky Andhika selain kurang beruntung saat adu penalti, kekalahan juga disebabkan tidak adanya antisipasi menghadapi perpanjangan waktu.

"Sebenarnya kondisi fisik anak-anak sudah bagus, tapi mungkin kurangnya adaptasi cuaca menyebabkan kondisi fisik menurun pada babak tambahan, apalagi cuaca di Palembang sangat panas," ujar Rizky.

Sementara itu Pelatih DIY, Sonya Januari Putri yang tak bisa mendampingi timnya bertanding di Palembang berharap anak asuhnya segera melupakakan kegagalan dan menjadikannya sebagai motivasi untuk lebih baik lagi.

"Sekarang ini tugas saya membangun motivasi anak-anak supaya tidak down, karena mereka sudah berusaha maksimal tapi hasil kembali Tuhan yang menentukan," ujar Sonya.

Sonya menjadikan kegagalan ini sebagai bahan evaluasinya, untuk diperbaiki, dan mencoba berprestasi lagi tahun depan.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat Jogja baru sampai di babak delapan besar," pungkas Sonya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved