Lima Potensi Budaya Desa Panggungharjo

Desa Panggungharjo merupakan salah satu desa di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul. Desa ini memiliki lima potensi budaya.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: oda
tribunjogja/noristera pawestri
Tenun Dibyo Lurik, satu diantara beberapa potensi budaya Desa Panggungharjo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Desa Panggungharjo merupakan salah satu desa di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.

Desa ini memiliki lima potensi budaya, yaitu Panggung Krapyak, Tenun Dibyo Lurik, Sanggar Anak Saraswati, Kampung Dolanan, Minuman Jakencruk dan Bir Mataraman.

Yang pertama Panggung Krapyak yaitu sebuah bangunan bersejarah berbentuk ruangan menyerupai kubus.

Ini merupakan situs budaya yang menghubungkan Panggungharjo dengan Kraton Yogyakarta karena adanya garis imajiner yang melewati Panggung Krapyak.

Potensi kedua yaitu Dibyo Lurik merupakan tempat memproduksi kerajinan lurik tradisional menggunakan bahan pewarna alami seperti indigo dan secang.

Proses pembuatan Dibyo Lurik ini menggunakan alat tradisional bukan mesin.

Dibyo Lurik ini terletak di Krapyak Wetan RT 06 Nomor 201 Panggungharjo Sewon Bantul.

Potensi Budaya Desa Panggungharjo lainnya yaitu Sanggar Anak Saraswati yang terbentuk dari inisiatif seorang ibu rumah tangga untuk mengedukasi anak-anak tentang seni tari tradisional.

Selanjutnya ada Kampung Dolanan terletak di Jalan Tembus Pandes, Panggungharjo Sewon Bantul.

Kampung Dolanan ini mayoritas masyarakatnya memproduksi dolanan anak-anak berbahan bambu dan kertas seperti angkrek, othok-othok, wayang kertas, payung dan kepat.

Dan potensi budaya Desa Panggungharjo yang terakhir yaitu Jakencruk (jahe kencur jeruk) dan Bir Mataraman.

Kedua minuman ini merupakan minuman khas Kampoeng Mataraman.

"Jakencruk ini pembuatannya kencur diparut kemudian diambil airnya. Jahe dibakar kemudian digepuk dan direbus sampai mendidih dan ambil airnya, setelah itu tambahkan air jeruk manis," jelas Wangi, Tim Anglo Project yang membranding Desa Panggungharjo, Sabtu (2/12/2017).

"Jakencruk ini memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh dan mengurangi gejala rematik," Imbuhnya.

Sedangkan Bir Mataraman terbuat jahe, sereh, kapulaga, kayu manis, akar alang-alang dan jeruk nipis yang hangat dan menyegarkan.

Minuman ini berkhasiat meredakan panas dalam dan menjaga kesegaran tubuh.

Kedua minuman khas ini dibuat dengan bahan-bahan dari petani sendiri. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved