'Cinta' Bertepuk Sebelah Tangan Hermawan Putra Jati
Mencintai sepakbola sejak usia dini, karirnya kini direnggut saat cintanya sedang bersemi.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanif Suryo
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Hermawan Putra Jati bahwa 'cintanya' akan bertepuk sebelah tangan.
Mencintai sepakbola sejak usia dini, karirnya kini direnggut saat cintanya sedang bersemi.
Hatinya semakin remuk kala mengetahui rekannya yang juga terkena hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tak lagi disanksi setelah Ketua Umum PSSI menandatangani surat pencabutan sanksi pada awal Januari lalu.
Sementara hukuman tak boleh bermain sepakbola seumur hidup tetap melekat pada dirinya.
Hermawan Putra Jati masih ingat betul kala pelatih Hery Kiswanto memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk tampil sebagai starter PSS Sleman kontra PSIS Semarang pada babak 8 besar Divisi Utama Grup 1 Minggu 26 Oktober 2014 lalu.
Itulah kali pertama penyerang yang berusia 22 tahun kala itu tampil sejak menit awal berseragam Hijau PSS Sleman.
Backpassnya kepada penjaga gawang yang ternyata dibiarkan masuk begitu saja tak ia sangka justru berbuah sanksi karena dianggap dengan sengaja membobol gawang sendiri.
Hukuman tak boleh bermain seumur hidup akhirnya dijatuhkan kepadanya.
Matanya menerawang jauh, helaan nafasnya terasa berat, matanyapun berkaca kala bercerita rindunya ia bermain sepakbola.
"Saya rindu pakai jersey, saya rindu berlari dan merumput lagi," ujar mantan pemain PSS Sleman ini.
Hermawan tak menyangka karirnya di dunia sepakbola akan direnggut oleh sanksi.
Berawal dari kompetisi antar Sekolah Dasar, Hermawan mulai mencintai sepakbola.
Wujud cintanya dibuktikan dengan serius bergabung bersama SSB Gelora Muda, Sleman.
Sejak itulah, berbagai kompetisi usia dini ia ikuti dan berbuah banyak prestasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hermawan-putra-jati-mantan-pemain-pss-sleman_20171130_195431.jpg)