Miris! Karena Erupsi Gunung Agung Warga Mengungsi, Banyak Anjing Terlantar

Namun mirisnya, sebagian masyarakat yang mengungsi meninggalkan hewan peliharaannya terlantar begitu saja.

Miris! Karena Erupsi Gunung Agung Warga Mengungsi, Banyak Anjing Terlantar
facebook
Anjing bernama Jojo dan Jony dikenal sebagai penjaga Gunung Agung. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM - Hingga hari ini, Senin (24/11/2017) Gunung Agung masih mengalami erupsi megmatik.

Asap pekat dan abu vulkanik terus keluar dati bibir kawah dan teramati membumbung setinggi 3.000 meter dari atas kawah.

Dilansir tribungjojgja.com melalui tribunbali.com kondisi tersebut membuat PVMBG kembambali meningkatkan status aktivitas vulkanik Gunung Agung dari level III (siaga, menjadi level IV (awas).

Takut dan khawatir akan dampak dari meningkatnya aktivitas Gunung Agung, sebagian besar warga Karangasem memilih untuk kembali ke posko pengungsian. 

Namun mirisnya, sebagian masyarakat yang mengungsi meninggalkan hewan peliharaannya terlantar begitu saja.

Rata-rata penduduk Bali suka memelihara anjing, baik sebagai penjaga rumah maupun sebagai peliharaan biasa.

Tidak hanya anjing peliharaan saja, di Bali juga banyak terdapat anjing liar tak berpemilik.

Keadaan menyedihkan tersebut langsung menggerakkan hati para pecinta satwa, terutama komunitas yang memang sigap menggelar aksi penyelamatan ketika terjadi bencana.

Jakarta Animal Aid Network (JAAN) saat ini mengerahkan tim nya untuk bersiaga di daerah Karangasem, Bali.

Kegiatan mereka sempat diunggah memperlihatkan timnya sedang memberi makan anjing liar dan anjing yang ditinggal oleh pemiliknya.

Halaman
12
Penulis: Hanin Fitria
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved