Atlet Cantik Ini Andalkan Akupuntur untuk Terapi Cedera
Saat ini ia masih memiliki cedera pinggang sisa kompetisi beberapa waktu lalu dan cedera angkel karena latihan.
Penulis: ang | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai atlet yang mengikuti berbabagi kompetisi, Angela Lousie Radetiya pun pernah mengalami cedera.
Bahkan, saat ini ia masih memiliki cedera pinggang sisa kompetisi beberapa waktu lalu dan cedera angkel karena latihan.
Namun sebagai atlet, cedera bukan alasan bagi cara kelahiran Yogyakarta 26 Oktober 2000 ini untuk tidak berusaha dan berhenti berlatih.
Dibanding menjadikan alasan untuk bermalas-malasan, ia memilih “melawan”nya, ini juga pengaruh dari disiplin yang dipelajarinya dari pelatih-pelatihnya.
Sebagai gantinya, ia memiliki kiat sendiri agar tidak lama-lama didera cedera.
Terapi tusuk jarum atau akupuntur menjadi andalannya untuk mengatasi cedera yang dialaminya.
“Saat ini juga masih menjalani terapi karena masih ada cedera,” ungkapnya.
Ternyata, akupuntur dikenalnya dari saran seniornya di cabang olahraga wushu.
Bahkan, terapi ini tampaknya sudah menjadi budaya atlet Sasana Wushu Sinduadi yang cedera.
“Ya selain periksa ke dokter, terapi jalan terus. Setiap kali cedera langsung terapi,” ujarnya.
Meski diakuinya, pertama kali menjalani terapi ini.
Banyaknya jarum yang harus ditusukkan ke tubuh membuatnya merinding.
Terlebih saat itu ia masih sangat belia.
Namun akhir-akhir ini Angela justru merasakan manfaatnya.
“Sekarang sudah terbiasa, bahkan sudah jadi andalan,” paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/angela-lousie-radetiya-atlet-wushu-diy_20171124_181532.jpg)