Kasturi Sang Tukang Tambal Ban Keliling : Apa Susahnya Menolong Orang Lain?
Tidak hanya mereka yang mangalami ban bocor, Kasturi juga siap membantu jika ada kendaraan mogok maupun kehabisan bahan bakar.
Penulis: Rizki Halim | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Rizki Halim
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sikap tidak peduli terhadap orang lain menjadi keresahan tersendiri bagi tukang tambal ban keliling, Kasturi.
"Dulu sebelum punya tambal ban saya sering menemui tambal ban yang tidak mau mengerjakan jika ada orang yang butuh hanya karena lapaknya sudah tutup," ujar Kasturi.
Berangkat dari hal itulah, Kasturi beranggapan bahwa banyak orang yang membutuhkan jasanya.
Karena tidak ingin orang lain mengalami hal seperti dirinya yang ditolak tukang tambal ban, maka dia membuat tambal ban keliling dengan harapan tidak akan ada lagi orang-orang yang kesusahan.
Baca: Cerita Tukang Tambal Ban Keliling, Sehari Pernah Menambal 50 Ban Hingga Dipesan Mahluk Halus
"Menolong orang apa susahnya sih? Kenapa buka tambal ban kalau tidak bisa membantu orang yang membutuhkan," lanjut Kasturi.
Tidak hanya mereka yang mangalami ban bocor, Kasturi juga siap membantu jika ada kendaraan mogok maupun kehabisan bahan bakar.
Bahkan Kasturi pernah menarik mobil dengan motor bebeknya.
"Waktu itu ada mobil mogok, karena tidak tega melihat orang dorong mobil jauh, ya saya tarik pakai motor saya," kenang pria 43 tahun itu.
Baginya, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang harus dilakukan dengan hati dan tidak mengharapkan uang yang banyak, sebab membantu orang lain selama 24 jam penuh bukan hal yang mudah.
"Kalau saya tidak melakukan dengan hati, pasti sudah tidak saya kerjakan dari dulu," tutup Kasturi.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kasturi-tukang-tambal-ban-keliling_20171122_135359.jpg)