Ini yang akan Dilakukan Indra Sjafri Setelah Tak Lagi Melatih Timnas U-19
Bukan rahasia lagi apabila hasil blusukan Indra Sjafri telah melahirkan banyak pemain potensial bagi Timnas Indonesia
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanif Suryo
TRIBUNJOGJA.COM - Nama Indra Sjafri melambung usai membawa Timnas U-19 menjadi juara Turnamen AFF U-19 2013.
Hal itu terjadi setelah di final mengalahkan tim kuat Vietnam dalam pertandingan dramatis yang berujung adu penalti, di mana tim Indonesia menang dengan skor 7-6 setelah bermain imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu.
Gelar juara ini merupakan gelar pertama Indonesia sejak 22 tahun terakhir dimana Indonesia tak pernah meraih satupun gelar juara baik di level Asia Tenggara maupun level yang lebih tinggi.
Sempat dipecat 2014 silam, Indra dipanggil kembali untuk menangani Timnas U-19 pada awal 2017.
Namun capaian di Piala AFF U-19 dan Kualifikasi Piala Asia U-19 tampaknya tak cukup bagi PSSI mempertahankan pelatih yang gemar blusukan ini.
Bukan rahasia lagi apabila hasil blusukan Indra Sjafri telah melahirkan banyak pemain potensial bagi Timnas Indonesia, sebut saja Evan Dhimas, Yabes Roni, Ilham Udin, dan yang terakhir adalah Egy Maulana Vikri.
Bicara mengenai blusukan ala Indra Sjafri, sebenarnya pada era sepakbola modern seperti saat ini profesi ini lumrah dilakukan oleh tim scouting atau pemandu bakat.
Bahkan tim-tim besar diluar negeri telah lama memiliki tim pemandu bakat yang bertugas mencari pemain-pemain potensial dari berbagai negara di dunia.
Tentu bukan hanya sekedar mencari pemain berbakat saja, tapi mendapatkan pemain berkualitas dengan harga yang murah.
Dikutip dari Four-four two, bukti keberhasilan scouting pemain bisa dibuktikan Leicester City yang mampu menjuarai Liga Inggris 2015/2016 mengandalkan pemain non bintang seperti Riyad Mahrez dan N'golo Kante saat itu.
“Hanya melihat sisi bagus seorang pemain (adalah hal yang buruk). Setiap pemandu bakat pasti ingin melihat pemain (yang direkrutnya) masuk ke klub, dan ini normal. Melihat seorang pemain berkali-kali bisa membuat Anda buta akan detail-detail (yang penting)," ujar Slawomir Czarnieki dari Bayer Leverkusen.
Proses mencari bakat seperti yang dilakukan Indra Sjafri bukan hanya dilakukan dalam waktu yang singkat.
Bahkan dikutip dari Kompas, bulan Maret lalu Indra blusukan hingga ke daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur, yaitu Kabupaten Ngada dan Kabupaten Atambua.
Alasannya menjadikan NTT sebagai daerah tujuan pertama dalam proses seleksi karena menurutnya, pemain-pemain NTT layak untuk diperhitungkan setelah muncul Yabes, Aslan, dan beberapa pemain lain yang kini telah berada di skuad Bali United.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/indra-sjafri_0202_20170202_172902.jpg)