Pasar Legi Kotagede, Pasar Tradisional Sarat Sejarah di Yogyakarta
Bangunan di beberapa sudut Kotagede pun masih khas corak kerajaan Jawa pada masa lalu.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Wahyu Setiawan Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kotagede memang menyimpan banyak sekali sejarah.
Bangunan di beberapa sudut Kotagede pun masih khas corak kerajaan Jawa pada masa lalu.
Salah satu saksi sejarah di Kotagede adalah Pasar Legi atau dulu lebih sering disebut Sargede.
Pasar ini konon sudah ada sejak zaman kerajaan mataram pada abad ke-16 dan termasuk pasar tertua di Yogyakarta.
"Dijelaskan bahwa pasar ini dapat menggambarkan bahwa dulunya masyarakat sekitar Kotagede banyak yang berprofesi sebagai pedagang dan perajin."
"Oleh karenanya pasar ini menjadi pusat kegiatan ekonomi warga sekitar dan termasuk pusat perdagangan terbesar waktu itu," demikian bunyi tulisan di papan informasi yang terpampang di depan pasar.
Pasar ini juga biasa disebut sebagai pasar legi lantaran pada pasaran legi (kalender jawa, red) pasar ini lebih ramai dan banyak pedagang dibandingkan hari atau pasaran lainnya.
Dalam pasar ini banyak sekali diperdagangkan mulai dari kebutuhan pokok hingga kebutuhan lain seperti hewan peliharaan, kerajinan bahkan beberapa furniture juga dijual disini.
Pasar Legi Kotagede ini merupakan saksi sejarah ketika kerajaan dibagi menjadi dua, yaitu untuk Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.
Ketika terjadi pemisahan tersebut pasar ini tidak dibagi termasuk masjid agung dan pasarean agung.
Hingga kini Pasar Legi Kotagede tetap beroperasi dan menjadi pusat kegiatan ekonomi warga setempat.
Bangunan dari pasar ini juga termasuk satu diantara cagar budaya di Yogyakarta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasar-legi_2111_20171121_223921.jpg)