Bengkel Ini Tangani Japs Style
Bagi pencinta motor-motor keluaran pabrikan Jepang, semacam CB/CG, GL Series, hingga Scorpio, gaya japs style hingga kini masih diminati.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Apapun wujud dan jenisnya, di tangan modifikator, sepeda motor menjadi kanvas untuk mereka berkreasi.
Berbagai gaya dan aliran pun dapat mereka ciptakan sesuai dengan yang diinginkan.
Bagi pencinta motor-motor keluaran pabrikan Jepang, semacam CB/CG, GL Series, hingga Scorpio, gaya japs style hingga kini masih diminati.
Seperti yang diungkapkan oleh Pancar Rahmad Adi, seorang modifikator yang memiliki bengkel kecil di rumahnya di kawasan Kotagede.
"Sekarang masih cukup banyak yang modifikasi CB, Mega Pro, Scorpio, GL. Kebanyakan japs style," ujar Pancar yang telah memulai 'mbengkel' sejak 2011 silam.
Bersama rekannya, Dwi Gunawan, Pancar menangani modifikasi body dengan gaya japs style.
"Sebenarnya style itu tergantung konsumen. Tapi saya memang banyak menangani style ini," ujar Pancar saat ditemui Tribunjogja.com di bengkel sekaligus rumahnya di kawasan Kotagede.
"Ini rangka GL yang sudah saya modifikasi. Aslinya seperti itu," ujar Pancar sembari menunjukkan rangka badan GL yang telah ia modifikasi dan yang rangka GL lainnya yang masih asli.
Sejauh ini, Pancar memang fokus merias body motor-motor para pelanggannya.
"Saya biasanya lebih ke body. Tangki juga saya bikin sendiri," tutur Pancar yang juga memodifikasi sendiri motor miliknya ini.
Untuk tangki pun, Pancar juga menyesuaikan bentukan rangkanya.
Namun pakem yang ia gunakan tetap japs style.
"Tidak ada yang khusus, menyesuaikan rangka saja," jelasnya.
Pancar berkreasi membuat tangki dengan bahan galvanis.
"Bahannya saya pakai galvanis. Plat seperti ini, seperti seng," kata Pancar sambil menunjukkan lembaran besar plat serupa seng tebal yang disandarkan di samping pintu garasi bengkelnya.
"Untuk tangki biasanya panjangnya sekitar 38-40 sentimeter. Tingginya 20 sentimeter. Tapi tetap menyesuaikan rangkanya," terang Pancar.
Dibantu Dwi Gunawan, Pancar berkerajinan tangan membuat tangki.
Banyak membantu Pancar, Dwi menambahkan, proses pembuatan tangki paling lama memakan waktu satu pekan.
"Paling lama seminggu bikin tangki. Lamanya sebenarnya karena antre. Kalau nggak antre ya cepet," kelakarnya.
"Sama tergantung juga tukang catnya, tergantung cuaca juga. Prosesnya sebenarnya cepat," sambungnya.
Dwi mengatakan, sejauh ini para pelanggan tak terlalu menghendaki style yang aneh-aneh.
"Paling ya japs style. Tapi ada juga yang minta nggak sesuai standarnya. Tergantung konsumen bawa konsepnya seperti apa," jelas Dwi yang menekuni modifikasi secara otodidak ini.
"Japs style memang tren sejak dulu. Ada juga classic trail. Tapi memang japs style masih diminati sampai sekarang," kata Dwi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/japs_20171118_130030.jpg)