Perlintasan Janti Ditutup
Prof Basu Swastha: Sosialisasi Penutupan Perlintasan di Janti Terkesan Terburu-buru
Sosialisasi yang menyeluruh kepada warga harus dilakukan agar warga tidak punya presepsi negatif.
Penulis: app | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Prof Basu Swastha, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menjelaskan sosialisasi yang dilakukan Kemenhub RI dalam penutupan perlintasan kereta api sebidang di Janti terkesan terburu-buru dan tiba-tiba.
Lanjutnya, sosialisasi yang menyeluruh kepada warga harus dilakukan agar warga tidak punya presepsi negatif.
"Sosialisai yang dulu hanya satu arah. Banyak pertanyaan tidak terjawab," terang Basu yang juga beralamat di Jomblang, Banguntapan, Bantul ini, Jumat (17/11/2017).
Sementara, terkait akan dilakukannya kajian komprehensif terkait penutupan tersebut, Basu mengungkapkan kajiah harusnya sudah dilakukan pada 2016.
Sehingga, masyarakat yang mencari nafkah di situ dapat bersiap terlebih dahulu.
Baca: Warga Usulkan Dibuka Jalan 1,2 Meter untuk Kendaraan Roda Dua di Perlintasan di Janti
"Kenapa baru sekarang akan ada kajian komprehensif? Harusnya sudah tahun-tahun sebelumya. Sehingga warga yang punya mata pencaharian di situ bisa siap-siap," ugkapnya saat berdialog dengan Kemenhub di kantor Dishub DIY.
Basu pun mengkritik sosialisasi yang dilaksanakan Kemenhub kurang komunikatif.
"Spanduk juga kurang komunikatif. Karena komunikasi pakai spanduk, warga membalas lewat spanduk," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)