Breaking News:

Pengendara Perempuan Tolak Tanda Tangan Surat Tilang, Begini Kata Polisi

Untuk kasus Hani sendiri, Ragil mengatakan pihaknya sudah memberikan opsi untuk mengambil kendaraan yang disita.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: oda
TRIBUNjogja.com | Ahmad Syarifudin
Hani berdiri dihadapan petugas saat petugas memberinya surat Tilang, Selasa (07/11/2017) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aksi tolak tanda tangan surat tilang yang dilakukan seorang pengendara dalam razia di depan Gedung Bank Indonesia, mendapat respon dari pihak kepolisian.

Aksi ini dilakukan oleh seorang bernama Hani, yang merasa tidak melanggar lantaran memiliki surat kelengkapan namun tertinggal.

Panit Turjawali, Ipda Ragil Suwardi mengatakan pengendara yang terjaring razia dan tidak bisa menunjukan surat kelengkapan kendaraan, maupun surat izin mengemudi, tetap akan dikenakan sanksi tilang.

Menurut Ragil, sah saja pengendara membela diri dengan mengaku memiliki kelengkapan dan menolak tanda tangan.

Namun, faktanya yang bersangkutan tetap tidak bisa menunjukan surat kelengkapan berkendara.

"Kami tetap tilang dan amankan kendaraan. Bisa diambil dengan melalui mekanisme yang telah ditentukan," ujar dia, Selasa (07/11/2017)

Untuk kasus Hani sendiri, Ragil mengatakan pihaknya sudah memberikan opsi untuk mengambil kendaraan yang disita.

Meminta bantuan teman untuk mengantarkan surat kelengkapan jika memang yang bersangkutan benar memiliki kelengkapan, atau mau membayar denda tilang sesuai ketentuan.

"Namun, yang bersangkutan akhirnya memilih membayar denda tilang," jelas dia.

Sebelumnya, Kepada Tribunjogja.com, pengendara yang diketahui bernama Hani, warga Jogja mengaku tidak mau menandatangani surat tilang lantaran dirinya merasa tidak melanggar.

Baca: Terjaring Operasi Zebra, Perempuan Ini Sempat Tolak Tanda Tangan Surat Tilang. Ini Alasannya

Hani sendiri diketahui tidak bisa menunjukan kelengkapan surat kendaraan dan tidak bisa menunjukan surat izin mengemudi (SIM)

"Saya punya SIM dan STNK, tapi ketinggalan. Kan harusnya bisa di chek online," bela Hani, kepada Tribunjogja.com.  (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved