Pengakuan Bripda Taufik, Segini Bantuan yang Ia Terima dari Ahok

Banyak pihak pula yang mengapresiasi dan salut pada kesederhanaan serta kegigihan Bripda Taufik.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
kolase Tribun Jogja
Bripda Taufik 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perjuangan dan kegigihan Bripda Taufik, polisi yang sempat tinggal di kandang sapi mengundang perhatian publik pada 2015 lalu.

Banyak pihak pula yang mengapresiasi dan salut pada kesederhanaan serta kegigihan Bripda Taufik.

Baca: Masih Ingat Bripda Taufik, Polisi yang Tinggal di Kandang Sapi di Sleman? Begini Hidupnya Sekarang

Banyak orang yang kemudian tergugah untuk ikut turut membantu keluarga Taufik.

Bripda Taufik ketika berada di rumahnya bersama adiknya. Rumahnya merupakan bekas kandang sapi yang disulap untuk tempat bernaung sekeluarga
Bripda Taufik ketika berada di rumahnya bersama adiknya. Rumahnya merupakan bekas kandang sapi yang disulap untuk tempat bernaung sekeluarga (TRIBUNJOGJA.com | SANTO ARI)

Ada yang membantu dalam bentuk sembako untuk kebutuhan makan sehari-hari, ada juga yang berupa uang untuk keperluan pendidikan adik-adiknya.

Bahkan Bupati Sleman, Sri Purnomo secara khusus mengapresiasi dengan memberinya bantuan tempat tinggal, supaya tidak menempati kandang sapi.

Baca: Mau Tahu Keseharian dan Kehidupan Bripda Taufik? Yuk Tonton Video Ini

Baca: Demi Anak, Ayah Bripda Taufik Pilih Tidur di Pos Ronda

Tempat tinggal bantuan sang Bupati, berupa satu tahun gratis menempati Rusunawa Jongke, Sendang adi, Mlati, Sleman.

Namun bukan hanya itu, Bripda Taufik ternyata juga mendapatkan bantuan dari Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, yang saat kala itu menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Kepada Tribunjogja.com, polisi yang sekarang bertugas di Sat Binmas Polres Sleman ini mengaku Ahok berkenan membantu untuk pengadaan transportasi.

Bripda Muhammad Taufik Hidayat saat menunjukkan rumahnya. Ia dan keluarga tingga di bangunan yang sebelumnya adalah kandang sapi.
Bripda Muhammad Taufik Hidayat saat menunjukkan rumahnya. Ia dan keluarga tingga di bangunan yang sebelumnya adalah kandang sapi. (Tribun Jogja/Santo Ari)

Karena saat itu, Bripda Taufik mengaku setiap hari harus berjalan kaki sepanjang 6-8 kilometer dari rumahnya ketika hendak bertugas ke Mapolda DIY.

"Saat ditelefon stafnya pak Ahok, saya tidak berani langsung menerima. Waktu itu saya minta petunjuk atasan dulu,"ujar dia,  Minggu (05/11/2017)

Saat minta petunjuk atasan, lanjut Bripda Taufik, ia tidak diizinkan menerima pemberian dari Ahok lantaran aturan dinas yang melarangnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved