Biennale Jogja XIV Resmi Dibuka
Pameran dua tahunan yang telah berlangsung sejak 1988 ini kembali melanjutkan tradisi Seri Biennale Equator sebelumnya.
Penulis: dnh | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Biennale Jogja XIV resmi dibuka pada Kamis (2/11/2017) sore di Jogja National Museum.
Hadir dalam pembukaan ini Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf dan Duta Besar Republik Federasi Brasil Rubem Antonio Correa Barbosa.
Biennale Jogja XIV resmi dibuka oleh Kepala Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Diah Tutuko Suryandaru yang mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
Dalam sambutannya, Triawan Munaf mengatakan Jogja Biennale sebagai bagian dari tiga Biennale yang ada di Indonesia diharapkan mejadi sarana untuk menampilkan pertumbuhan di bidang seni seiring dengan perkembangan zaman.
Bersama Jakarta Biennale dan Makassar Biennale, Jogja Bienale digelar dalam waktu yang berdekatan.
Dengan digelarnya tiga Biennale yang didukung penuh oleh Bekraf ini diharapkan bisa membawa Indonesia ke kancah seni budaya kontemporer dunia.
"Biennale tampaknya menjadi sebuah prasyarat bagi sebuah negara yang ingin bergabung pada peta seni budaya kontemporer dunia, Indonesia melalui ketiga biennale yang hadir adalah satu di antaranya peserta dunia yang penuh rasa optimis untuk mensinyalkan kedatangan di kancah seni budaya dunia," kata Triawan.
Pameran dua tahunan yang telah berlangsung sejak1988 ini kembali melanjutkan tradisi Seri Biennale Equator sebelumnya.
Gelaran ke XIV ini negara yang digandeng sebagai mitra adalah Brasil.
Biennale Jogja XIV menampilkan karya seni rupa kontemporer dari 27 seniman asal Indonesia dan 12 Seniman asal Brasil.
Karya karya dari dua negara katulistiwa ini bertemu dalam pameran utama Biennale Jogja XIV yang akan digelar selama satu bulan lebih ke depan hingga tanggal 10 Desember 2017 di Jogja National Museum.
Tajuk yang dipilih untuk penyelenggaran tahun ini adalah Age of Hope sebagai narasi besar.
Tema ini memayungi rangkaian acara lain yang menjadi pendamping acara Pamera Utama, yaitu Festival Equator, Parallel Event dan Biennale Forum. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/biennale_20171102_193549.jpg)