Sri Sultan HB X Buka Konferensi Internasional Pariwisata
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengharapkan percepatan penerapan Pariwisata Berkelanjutan
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Provinsi DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X membuka sekaligus menjadi keynote speech dalam Konferensi Internasional Pariwisata Berkelanjutan atau International Conference on Sustainable Tourism (ICST) 2017 di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Selasa (31/10/2017) malam.
Penyelenggaraan konferensi ICST yang baru pertama kali ini sebagai media untuk mengakselerasikan dan memastikan kemajuan penerapan pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dengan mengintegrasikan program destinasi pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism Destination), Observatorium Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Observatory), dan Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Certification).
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengharapkan percepatan penerapan Pariwisata Berkelanjutan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Hal ini terutama dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas lingkungan.
Baca: Tak Hanya Angkut Hasil Bumi, Kini Gerobak Sapi Jadi Potensi Pariwisata
Selain itu percepatan dalam pencapaian peningkatan kualitas destinasi dan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ( wisman) pada 2019 serta peningkatan kontribusi pariwisata sebagai salah satu leading sector penghasil devisa utama dan sebagai penyumbang PDB nasional.
Hal ini selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yakni; ‘semakin dilestarikan semakin mensejahterahkan’.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, untuk meningkatkan daya saing pariwisata tingkat global Indonesia berusaha memperbaiki kelemahan terutama pada health and hygiene; business environment; dan infrastructure.
Perbaikan itu kini berhasil dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia hingga naik 8 peringkat dari ranking 50 pada 2015 kini menjadi ranking 42 dunia.
Secara umum Travel and Tourism Competitiveness Index ( TTCI) 2017 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) melaporkan, pariwisata Indonesia naik di peringkat 42 dengan skor 4,16 dari posisi tahun 2015 berada di peringkat 50 dengan skor 4,04.
Kenaikan skor tersebut karena ada 14 pilar penilaian beberapa di antaranya mengalami kenaikan antara lain; Business Environment naik 3 trap, dari 63 ke 60. Health and Hygiene naik 1 level, dari 109 ke 108.
Tertinggi adalah International Openess naik drastis, dari 55 ke 17 karena faktor kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang gencar disosialisasikan dalam dua tahun terakhir ini.
Selain itu Prioritization Travel and Tourism juga naik dari 15 ke 12.(tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/konferensi-internasional-pariwisata_20171101_131530.jpg)