Ini Penyebab Serapan OPD di Gunungkidul Rendah
Dari 1.572 paket yang terdiri dari lelang dan penunjukan langsung, masih ada 458 paket yang belum diselesaikan.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Rendahnya serapan anggaran beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diklaim karena faktor pengadaan barang dan jasa yang tak maksimal.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul Azman Latif, mengatakan,kegiatan pengadaan barang dan jasa belum maksimal mempengaruhi serapan anggaran dari OPD.
Ia menyebutkan, dari 1.572 paket yang terdiri dari lelang dan penunjukan langsung, masih ada 458 paket yang belum diselesaikan.
"Serapan anggaran rendah ini disebabkan oleh lelang yang belum tuntas, padahal sudah mendekati akhir tahun," tutur Azman, Selasa (31/10/2017).
Lanjut Azman, pihaknya pun meminta kepada OPD yang bersangkutan agar dapat memperhatikan proses pengadaan tersebut.
Sehingga lelang dapat segera tuntas, dan program dapat berjalan sebelum akhir tahun
“Kami minta dapat diperhatikan masing-masing OPD yang serapan anggarannya masih rendah akibat lelang belum maksimal,” kata Azman.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerbang-gk_20170925_174900.jpg)