Kuli Bangunan Nekat Menjambret, Incar Kaum Hawa

Kaum perempuan yang kerap bepergian sendirian dengan sepeda motor perlu mewaspadai aksi kejahatan di jalanan

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
CEP, pelaku penjambretan di Girimulyo digelandang petugas di Polres Kulonprogo. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kaum perempuan yang kerap bepergian sendirian dengan sepeda motor perlu mewaspadai aksi kejahatan di jalanan.

Pasalnya, pelaku kriminal seperti jambret kerapkali menjadikan kaum perempuan sebagai sasaran empuk aksi kejahatannya.

Setidaknya, hal itu yang diakui CEP (20), warga Purworejo yang ditangkap petugas Polsek Girimulyo dalam kasus penjambretan.

Dalam keterangannya di depan petugas Polres Kulonprogo, CEP mengakui bahwa ia kerap mengincar perempuan yang berkendara sendirian sebagai korban.

Setidaknya, sudah 10 kali ia melakukan aksi kriminal itu dalam beberapa waktu terakhir dan kebanyakan korbannya adalah kaum hawa.

"Kalau korbannya cewek atau sejoli yang sedang berpacaran, lebih gampang eksekusinya," kata CEP, Senin (30/10/2017).

Baca: Jual Handphone Korban, Jambret Ini Pun Ketahuan Identitasnya

Pun dalam aksi penjambretan yang dilakukannya di Girimulyo, 8 Oktober 2017 lalu, korbannya adalah seorang remaja perempuan.

Tak sekadar aksi insidental, pelaku yang beroncengan sepeda motor dengan temannya itu telah lebih dulu membuntuti korban selama beberapa waktu.

Setibanya di area jalan yang lengang dan korban sedang lengah, pelaku langsung memepet korban.

CEP yang bertindak sebagai eksekutor pun dengan cepat merampas tas berisi dua handphone milik korban.

Handphone hasil menjambret yang ditaksir mencapai nilai Rp4 juta itu kemudian dijual pelaku.

Namun, justru dari penjualan handphone itulah identitas CEP berhasil diungkap petugas dan berujung pada penangkapannya di rumah.

Kasusnya kini tengah didalami petugas Unit Reskrim Polsek Girimulyo.

Adapun rekan pelaku telah ditangkap polisi di Purworejo karena kasus lain.

"Hasil jual handphone dibagi dua. Uangnya sudah habis buat beli minuman keras dan foya-foya," kata CEP yang kesehariannya jadi kuli proyek bangunan tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved