Belajar Mensyukuri Hidup dari Kisah Pencari Rosok Asal Kulonprogo
Mencari barang rongsokan sudah dilakoni bertahun-tahun oleh Andriansyah. Sejak 1996, ia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.
Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Iwan Al Khasni
Mencari barang rongsokan sudah dilakoni bertahun-tahun oleh Andriansyah. Sejak 1996, ia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari barang bekas untuk dijual lagi.
KALI pertama bertemu dengan tribunjogja.com, Andriansyah tampak mengenakan topi hitam menggunakan baju kemeja dan celana jin biru. "Setiap hari saya berkeliling," kata Andriansyah, Selasa (24/10/2017).
Pria berumur 40 tahun ini, usai Subuh, mulai berjalan mencari barang rongsokan. Andriansyah memulai langkahnya dari Terminal Jombor sampai sekitaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
"Saya tidur di bawah jalan layang Jombor," kata Andriansyah menceritakan di mana ia sehari-hari tidur.
Bermodalkan karung besar dan pengait besi, ia kumpulkan semua barang-barang yang laku dijual. "Botol, kardus, ada plastik-plastik tebal yang bisa dijual," kata Andriansyah saat ditemui di sekitar Jalan Pancasila, Kawasan UGM.
Andriansyah menceritakan ia berasal dari Kulonprogo.
Delapan tahun sebelum ia menjalani nasib mencari rongsokan, desa tempat ia tinggal, terkena program 'bedol desa' alias transmigrasi massal karena dampak pembangunan Waduk Sermo di era orde baru.
"Saya korban kebijakan orde baru," kata Andriansyah kepada tribunjogja.com.
Desa tempat Andriansyah dulu tinggal bernama Argomulyo.
Ada sekitar enam desa yang terkena dampak pembangunan Waduk Sermo kala itu.
"Kami sekeluarga dipindahkan ke Tak Toi, Rejanglebong, Bengkulu," kata Andriansyah.
Selama delapan tahun di Sumatera, ia kerja serabutan.
Andriansyah menjadi tukang bersih-bersih kebun, membantu menanam kopi, mengurusi sawah.
"Saya tidak betah, akhirnya saya pulang ke Jogja," kata pria yang belum memiliki istri ini.
Andriansyah kembali ke Jogja sedangkan keluarganya tetap tinggal di Bengkulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/andriansyah-penjual-rosok_20171024_155243.jpg)