Polsek Wirobrajan Beri Pembinaan Berunsur Pendidikan pada Siswa yang Terjaring Razia

Polsek Wirobrajan menyuruh puluhan pelajar membuat makalah dengan tema tertentu dan memberi piagam untuk tiga pembuat makalah terbaik.

Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Sulis Kurniati saat memberikan piagam kepada 3 siswa yang makalahnya dinilai bagus. Pembuatan makalah ini terkait pembinaan usai razia yang digelar pihaknya beberapa hari lalu, Senin (23/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terkait kasus penganiayaan di daerah Patangpuluhan beberapa waktu lalu, Kepolisian Sektor (Polsek) Wirobrajan melakukan menggalakkan razia ke beberapa SMP dan SMA swasta di daerah Wirobrajan.

Satu sekolah yang terkena razia kendaraan dan barang bawaan adalah SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Adapun puluhan siswa yang terjaring dalam razia tersebut mendapat pembinaan dari Polsek Wirobrajan.

Pembinaan yang dilakukan Polsek Wirobrajan tidak hanya sebatas memanggil orangtua, para guru, dan membuat surat pernyataan.

Namun, pihak Polsek Wirobrajan menyuruh puluhan pelajar membuat makalah dengan tema tertentu, dan berujung dengan pemberian piagam untuk tiga pembuat makalah terbaik.

Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Sulis Kurniati mengatakan, razia yang digelar pihaknya beberapa hari lalu memang lanjutan dari menanggapi kasus penganiayaan yang melibatkan pelajar beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan, dari razia yang digelar di SMA 3 Muhammadiyah Yogyakarta pihaknya mendapati seorang siswa membawa pisau lipat, dan puluhan siswa lainnya tidak lengkap surat-surat berkendara dan sepeda motornya tidak sesuai spektek.

"Kemarin ada 37 orang yang terkena razia kelengkapan surat, semuanya kami beri pembinaan. Selain harus membuat surat pernyataan, ke-37 siswa ini harus membuat makalah dengan tema ketertiban berlalu lintas," katanya pada Tribunjogja.com, Senin (23/10/2017).

"Ternyata banyak yang buat, dan kami berinisiatif untuk memberi piagam untuk tiga orang terbaik hari ini tadi," imbuhnya.

Lanjutnya, pembuatan makalah tersebut diinisiasi pihaknya karena ia menilai penindakkan terhadap para pelanggar, terutama kepada siswa sebaiknya dilakukan pembinaan dengan cara-cara tertentu, misalnya membuat makalah itu.

"Yang ditekankan sekarang pembinaannya, dengan pembinaan yang ada unsur pendidikannya seperti ini kan membuat siswa menyadari kesalahannya. Selain itu juga bisa menambah ilmunya," jelasnya.

Ia menambahkan, dampak dari razia dan pembinaan yang dilakukan pihaknya mulai terasa.

Ia mencontohkan saat ini sudah sedikit siswa yang sering parkir di luar sekolah, bahkan nongkrong di saat jam sekolah.

Menurutnya, ketiga orang yang mendapat reward dari pihaknya setelah melewati beberapa kriteria yang ditentukan oleh pihaknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved