5 Alasan Ini yang Membuat Budaya Baca di Jepang Sangat Tinggi, Bagaimana di Indonesia?

Membaca juga bahkan seperti menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari warga Negeri Sakura.

Tayang:
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Muhammad Fatoni
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Sudah menjadi rahasia umum bahwa membaca seolah telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jepang.

Membaca juga bahkan seperti menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari warga Negeri Sakura.

Beberapa data dan survey pun telah menyebutkan bahwa tingkat membaca masyarakat Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Baca: Jangan Keliru! Ini Lho Beberapa Istilah Bahasa Jepang yang Sering Salah Kaprah

Harus diakui, hal ini cukup kontradiktif bila dibandingkan dengan kondisi atau tingkat budaya membaca di Indonesia.

Di tanah air, budaya membaca masih terbilang minim, terlebih di kalangan remaja atau usia-usia produktif.

Namun di Jepang, kebiasaan membaca telah diajarkan dan dibiasakan sejak usia dini.

Baca: Terkuak! Kisah Prostitusi di Kalangan Pramugari Jepang, Layani Penumpang Hingga Sang Pilot

Jadi tidak heran, apabila kita sering melihat orang-orang Jepang kerap menggunakan waktu senggangnya untuk membaca, termasuk saat di kereta api, nongkrong di kafe, maupun bersantai di mal.

Dikutip Tribun Jogja dari berbagai sumber, inilah lima hal yang mendukung dan mendorong budaya membaca masyarakat Jepang tinggi.

1. Tachiyomi

Apa itu tachiyomi?

Tachiyomi adalah salah satu kegiatan membaca gratisan yang dilakukan sambil berdiri di toko buku.

Di Jepang, banyak toko buku yang menyediakan buku-buku yang plastik pembungkusnya sudah terbuka, sehingga dapat dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan kegiatan tachiyomi ini.

Penjual toko buku ini pun banyak yang membiarkan begitu saja kegiatan tachiyomi ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved