Hasto Kerahkan Tenaga Maksimal percepat Relokasi Warga Terdampak Bandara

Pemkab berupaya pengosongan lahan dan relokasi warga ini bisa segera rampung dalam waktu dekat setidaknya sampai awal November.

Hasto Kerahkan Tenaga Maksimal percepat Relokasi Warga Terdampak Bandara
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memimpin langsung prosesi bedhol dusun warga terdampak pembangunan bandara dari Desa Glagah, Sabtu (21/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berjanji mengerahkan tenaga secara maksimal dalam upaya percepatan realisasi pembangunan bandara.

Satu di antaranya yakni mempercepat proses relokasi warga terdampak.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, saat ini sudah sekitar 138 kepala keluarga (KK) dari 279 KK warga terdampak peserta proram relokasi yang telah menempati rumah barunya di kompleks relokasi.

Pemkab dalam hal ini berupaya tahapan pengosongan lahan dan relokasi warga ini bisa segera rampung dalam waktu dekat setidaknya sampai awal November.

"Waktu sudah tidak bisa ditawar lagi, deadline sudah jelas. Yang bisa dilakukan sekarang adalah ini ( reloaksi) harus dilakukan secepatnya. Masyarakat kami minta bergegas pindah. Maksimal, selesai di November karena PT Angkasa Pura I sudah banyak pekerjaan di lapangan," kata Hasto pada Tribunjogja.com seusai prosesi bedhol dusun warga Glagah, Sabtu (21/10/2017).

Pemkab Kulonprogo disebutnya tidak akan tinggal diam.

Pihaknya akan berupaya memilah warga mana saja yang belum segera pindah dan apa saja problematika yang dihadapi.

Jika warga yang sudah menerima ganti rugi pembebasan lahan belum juga pindah, menurutnya hal itu akan sangat merepotkan semua pihak.

Namun begitu, dirinya meyakini bahwa warga yang belum segera menempati rumah baru di kompleks relokasi itu sebetulnya sudah siap pindah.

Dalam artian, mereka sudah punya hunian lain yang bisa dipakai meskipun hanya sementara.

Sedangkan warga terdampak yang belum menerima ganti rugi, pihaknya akan berupaya mencarikan jalan selanjutnya.

"Kalau emang ada masalah, kita akan mendekati case by case. Kami akan urai pilah warga mana yang butuh pertolongan kami. Nanti akan kami data yang sudah pindah dan belum. November, kami akan lakukan pendekatan persuasif kepada warga yang belum mau pindah, termasuk yang masih menolak (bandara)," kata Hasto.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved