Jalan Tempel Kalasan Bakal Dibangun Jadi Outer Ring Road
Perkembangan ekonomi masyarakat juga diharapkan bisa tumbuh dengan adanya outer ring road.
Penulis: dnh | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jalan yang menghubungkan antara Tempel, Pakem, Cangkringan hingga Kalasan akan dibangun menjadi Yogyakarta Outer Ring Road.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan jalan yang semula berstatus jalan provinsi ini telah diserahkan kepada pemerintah pusat.
"Jalan itu sudah kita serahkan ke Departemen PU (Kementerian PU) jadi tanah negara, dua minggu yang lalu, dimana untuk dibangun outer ring road, berarti empat jalur," kata Sultan di acara Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan III di Hotel Grand Inna Malioboro, Kamis (19/10/2017).
Pembangunan outer ring road ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memudahkan akses publik dan mobilitas sehingga tidak ada kendala lagi.
Sultan mengatakan saat ini beban lalu lintas di wilayah Kota Yogyakarta sudah berat dengan terjadinya kemacetan.
Menurut Sultan, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan outer ring road ini sejak tahun lalu.
Jarak outer ring road ini kira-kira 15 kilometer dari Kota Yogyakarta.
Lebih lanjut harapannya outer ring road ini akan melingkari ring road yang ada dan untuk yang dari Prambanan ke selatan dan nantinya akan tembus ke barat.
Menurut Sultan dari negosiasi terakhir dengan Kementerian PU, outer ring road ini bisa sampai tembus Sentolo Kulonprogo.
Atau lebih luas jangkauannya dibanding rencana sebelumnya yakni sampai Sedayu, Bantul.
Adanya rencana outer ring road yang hingga Sentolo ini menurutnya akan memudahkan akses menuju bandara baru Kulonprogo, selain juga rencana akses jalan ke Temon Borobudur.
Tak hanya itu, adanya outer ring road ini juga menjadi manajemen lalu lintas agar kota tidak semakin terbebani.
"Jadi dari itu harapan saya tidak hanya infrastruktur di Yogya memadai, masyarakat melakukan mobilitas, tapi harapan saya kita sudah bisa mengatur traffic, manajemen traffic itu sudah dari Kulonprogo, Sleman dari Gunungkidul sebelum masuk kota sehingga beban kota ini tidak berat," kata Sultan.
Skema mengarahkan lalu lintas sebelum masuk kota Yogyakarta baik dari Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo ini sebelumnya pada Lebaran tahun ini pernah dilakukan, dan menurut Sultan cukup berhasil dimana jalanan Kota Yogyakarta tidak begitu crowded.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jembatan-layang-janti_1_20170718_204653.jpg)