Barang Pribadi Paku Alam X DIlarung di Pantai Glagah
Sesampainya di pantai, seluruh perlengkapan pun kemudian dilarung ke laut oleh petugas khusus setelah sebelumnya kembali dipanjatkan doa.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sejumlah barang pribadi Raja Kadipaten Pakualaman, Paku Alam X, dilarung di Pantai Glagah Indah, Temon, Minggu (1/10/2017).
Hal itu menjadi bagian dari agenda Labuhan Pura Pakualaman yang rutin dilakukan setiap tahun pada 10 Suro penanggalan Jawa.
Upacara labuhan diawali dengan prosesi doa bersama di Pesanggarahn Pakualaman. Selanjutnya, tiga buah gunungan beserta seluruh ubarampe dan sesaji pun diarak menuju bibir pantai.
Para abdi dalem Pura Pakualaman dan bregada prajurit mengusung seluruh perlengkapan itu dengan berjalan kaki menempuh perjalanan sekitar dua kilometer.
Sesampainya di pantai, seluruh perlengkapan pun kemudian dilarung ke laut oleh petugas khusus setelah sebelumnya kembali dipanjatkan doa.
Menurut staf Panitra Pura Pakualaman, Mas Riyo Sestrodirjo, selain hasil bumi, dua gunungan lain berisi beberapa barang pribadi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X yang disiapkan khusus untuk dilarung di pantai selatan. Antara lain ageman (pakaian), potongan kuku, potongan rambut, dan lainnya.
Sementara sejumlah ubarampe yang turut dilarung antara lain berbagai jenis hasil pertanian seperti palawija, padi, dan aneka ragamnya.
"Semua terangkum dalam Hajat Dalem Kadipaten Pura Pakualaman. Istilahnya, yang berasal dari alam akan kembali ke alam. Tentunya dengan harapan dengan dilabuh akan menimbulkan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Mas Riyo di sela acara.
Labuhan ini menurutnya upacara tradisional yang harus dilestarikan. Berbeda dengan Kraton Kasultanan Yogyakarta yang memiliki beberapa jenis labuhan seperti Labuhan Ageng dan Labuhan Alit, Kadipaten Pakualaman hanya memiliki satu jenis labuhan saja yakni labuhan di Pantai Glagah setiap tanggal 10 Suro.
"Ini jadi rangkaian acara pada Bulan Suro, Pada malam satu Suro juga digelar tapa mubeng wilayah Kadipaten Pakualaman dan pagelaran wayang kulit," kata Mas Riyo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/upacara-adat-tradisional-labuhan-pakualaman-digelar-di-pantai-glagah1_20171001_145727.jpg)